Kasus Vina Cirebon Sedang Ungkap Oleh Hotman Paris

Perjalanan delapan tahun kasus kematian Vina Dewi (16), perempuan asal Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, diwarnai teka-teki sejak peristiwa terjadi pada 27 Agustus 2016. Kabar terbaru menyebutkan bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap delapan dari 11 pelaku yang ditangkap yaitu ER, HS, JY, ES, SP, SK, SD, dan RW dianggap penuh kejanggalan.

Pengacara Hotman Paris menyatakan adanya kejanggalan tersebut saat bertemu dengan keluarga Vina di salah satu mal di kawasan Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis (16/5/2024). “BAP itu ada ya dan yang jadi imbauan kami kepada Bapak Kapolri ini ada sesuatu yang tidak beres di penyidikan awal,” kata Hotman.

Kejanggalan dalam BAP dan Proses Penyelidikan

Delapan pelaku ditangkap pada 31 September 2016, sementara tiga pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Para pelaku yang ditangkap dijerat Pasal 338, 351, 170, dan 285 KUHP dengan ancaman penganiayaan dan pemerkosaan, serta Undang-Undang Perlindungan Anak.

Hotman mempertanyakan mengapa tiga pelaku yang masih buron tidak dimasukkan ke dalam BAP dari delapan tersangka yang ditangkap lebih awal. “Kalau delapan orang pelaku sudah menyatakan ada tiga orang lagi, ya enggak mungkin itu karangan,” papar Hotman. Ia juga menambahkan bahwa ada cerita yang berubah-ubah dalam kasus pembunuhan dua sejoli muda tersebut.

Kronologi Kejadian

Pada 27 Agustus 2016, Vina dibunuh oleh 11 orang yang disebut-sebut merupakan anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Vina ditemukan tidak jauh dari mayat kekasihnya, Eki, yang juga menjadi korban kebrutalan geng motor. Kapolres Cirebon Kota saat itu, AKBP Indra Jafar, menggelar konferensi pers enam hari setelah peristiwa tersebut.

Dijelaskan bahwa sebelum tewas, Vina dan Eki bersama klub motornya sempat berkeliling di sekitar Kota Cirebon. Saat melintasi kawasan SMP Negeri 11 Kota Cirebon, mereka dilempari batu oleh kelompok geng motor lain. Geng motor tersebut mengejar dan menendang motor yang dikemudikan oleh Eki, hingga mereka berdua jatuh dan dipukuli. Vina juga diperkosa oleh para pelaku sebelum meninggal dunia.

Rekayasa Kematian

Awalnya, kematian Vina dan Eki dilaporkan sebagai kecelakaan tunggal. Namun, ayah Vina, Wasnadi, menerima informasi bahwa putrinya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak bernyawa. Laporan awal menyebutkan Vina mengalami kecelakaan tunggal saat berboncengan dengan Eki. Tim medis melaporkan luka parah di bagian kepala, tubuh, dan kaki Vina.

Namun, kecurigaan keluarga dan petugas kepolisian akhirnya mengungkap bahwa Vina dan Eki tewas akibat kebrutalan geng motor. Kecurigaan ini muncul dari luka-luka parah di sekujur tubuh Vina yang tidak konsisten dengan kecelakaan lalu lintas.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *