WILAYAH NKRI DI KEPULAAN NATUNA DIKLAIM TERITORINYA RRT DAN MASUK DALAM PETA PASPOR WN CHINA

0
38

Beritaplatmerah.com-Jakarta–  DR.Rahman Sabon Nama pengamat  politik dan ekonomi mengingatkan kepada pemerintahan Joko Widodo bahwa Indonesia sangat berkepentingan di Laut China Selatan, dikarenakan  oleh klaim sepihak Republik Rakyat China (RRC) yang memasukan Wilayah Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kepulauan Natuna dalam peta wilayah teritorial RRC hingga memasuki  wilayah ZEE Indonesia di Kepulauan Natuna.

Menurut Rahman Sabon Nama,

bahwa klaim pemerintahan Tiongkok tergambar jelas  dalam Peta Kartografis RRC dan terlihat kasat mata dalam peta di Paspor Warga Negaranya. Dalam pernyataan Indonesia Submission tanggal 10 Juli 2010,pemerintah Indonesia menyatakan tidak memihak terhadap sengketa wilayah atas fitur dilaut China Selatan dan menyatakan bahwa Nine Dotted Lines yang diklaim RRC tidak mempunyai dasar hukum dan bertentangan dengan UNCLOS 1982,terkait hal ini  telah kami laporkan kepada Presiden Jokowi 11 May 2015 yang lalu,dan juga tulisan saya dilansir Media nasional July 2015 “Indonesia berpotensi kehilangan Wilayah 33.000 KM di laut China Selatan “. Untuk itu Rekomen
dasi Saran saya kepada Presiden Joko Widodo bahwa :

1).Seharusnya saatnya sekarang ini  pemerintah RI sebaiknya menyampaikan secara tegas tentang  klaim sepihak RRC terhadap Wilayah NKRI tsb.
2).Peningkatan peran BAKAMLA sebagai kesatuan Komando guna menindak setiap pelanggaran di laut dan Penetapan batas teritorial sangat dibutuhkan Indonesia untuk mendukung berbagai kegiatan kelautan seperti penegakan hukum kedaulatan di laut,perikanan,wisata bahari,transportasi laut dan eksplorasi off shore. Bahkan di wilayah Natuna, RRC mengoperasikan kapal penangkap ikan yang dikawal oleh kapal Tentara Merah pemerintah China.

3).Pemerintah perlu sosialisasi dan koordinasi Menko Kemaritiman,Menko Polkam/BIN dan Menlu Retno , harus aktif melakukan diplomasi berkaitan dengan pemenuhan hak dan kewajiban yang telah diatur dalam pasal-pasal UNCLOS tahun 1982.
4).Hari ini di laut China Selatan semakin tegang mengingat Philipina mengijinkan Militer AS masuk dalam Wilayah Sengketa Laut China Selatan.

5).Presiden Joko Widodo perlu segera datang ke Natuna dan menyatakan peningkatan status Pulau Natuna sebagai Pangkalan Pertahanan Utama,dalam rangka detterent effect.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here