Waspadai Risiko Penyakit di Musim Kemarau Basah

0
10

Jakarta, Akhir bulan Februari musim hujan akan berakhir. Meski demikian, masyarakat tidak boleh lengah terhadap risiko penyakit yang berpotensi muncul di musim setelahnya, yakni kemarau basah.

“Saat rapat dengan Wapres beberapa waktu lalu, BMKG mengatakan supaya masyarakat berhati-hati. Musim hujan akan berakhir di bulan Maret tapi bulan April sampai Agustus akan terjadi la nina sehingga diperkirakan Indonesia bakal mengalami kemarau basah di mana hujan akan terus-menerus terjadi,” tutur Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Selain memikirkan bagaimana ketahanan pangan, lanjut Menkes Nila, Wapres Jusuf Kalla juga menyinggung bagaimana ketahanan di bidang kesehatan. Hal tersebut disampaikan Menkes Nila di sela-sela gelar karya Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

“Soal leptospirosis, sebelum musim hujan pun tikus akan keluar dan bawa penyakit. Yang saya bingung adalah bagaimana menangani diare. Itu kemungkinan tetap akan terjadi. Lihat kan di TV? Saat banjir anak punya kesempatan berenang, mandi di air banjir, lalu tiba-tiba ada yang mengambang karena memang campur baur semuanya,” tutur Menkes Nila mengulang ucapannya kala itu.

Untuk itu, Menkes Nila tetap mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan lingkungan. Seperti imbauan Wapres Jusuf Kalla untuk menggalakkan gerakan sejuta sekop. Dijelaskan Menkes Nila, gerakan ini berupa masyarakat yang memanfaatkan sekop di rumahnya untuk membersihkan sampah di daerah rumah.

Akan digalakkan kembali pula program Jumat Bersih. Jika memang di hari Jumat agak sulit melakukan kegiatan bersih-bersih rumah, bisa saja program bersih-bersih dialihkan menjadi program Minggu Bersih, demikian dikatakan Menkes Nila.

“Kemudian Wapres juga meminta supaya air saat hujan bisa terserap ke tanah, maka perlu kita kembalikan hutan dengan penanaman, baik tanaman keras atau produktif. Meski kalau tanaman keras saat besar harus ditebang sedangkan kalau tanaman produktif bisa kita tetap nikmati buahnya,” tutur Menkes.

Di musim kemarau basah, Menkes mengatakan risiko penyakit yang muncul sama dengan ketika banjir misalkan DBD, diare, dan leptospirosis. Sehingga, Menkes menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan PHBS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here