Warga Nagreg Ingin Punya Kawasan Industri, Harus Revisi Perda

0
8

Beritaplatmerah.com – Nagreg, Perubahan Perda Provinsi Jawa Barat  No 1 Tahun 2008 tentang Pengendalian dan Pemanfaatan Kawasan Bandung Utara (KBU), selain pengendalian Lingkungan juga sebagai acuan perubahan tata ruang di kabupaten/kota di Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Tia Fitriyani Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II, usai kunjungannya ke Korban Bencana Banjir di Cicalengka Kabupaten Bandung. Selasa (8/3/2016).

Menurut Tia yang juga Ketua Pansus I Perubahan Perda no 1 tahun 2008, banyaknya harapan masyarakat di daerah yang menginginkan perubahan RT/RW di daerahnya sudah menjadi concern dewan. Salah satunya, dengan raperda no. 1 tahun 2008 ini.

Ia menilai, kelemahan pelaksanaan perda ini, disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dan hanya terbatas di kabupaten/kota.

“Akibatnya, implementasi perda ini di masyarakat dirasakan kurang. Salah satu indikator banyaknya kepala desa dan masyarakat yang mengadu ingin perubahan tata ruang di daerahnya,” katanya.

Masih menurut Tia, Mereka membawa aspirasi untuk peningkatan kesejateraan masyarakatnya melalui industri, namun karena aturan tata ruang  tidak memungkinkan.

Warga Nagreg Ingin Punya kawasan Industri, tunggu perubahan Tata Ruang.

Menyinggung harapan dan keinginan warga Kabupaten Bandung di wilayah timur yang menginginkan ada kawasan industri di daerahnya, ia tegaskan tunggu perubahan dulu.

Ia memisalkan, warga Nagreg menginginkan ada kawasan industri di wilayahnya. Para kepala desa dan pengusaha jangan memaksakan diri, harus tunggu perubahanntata ruang.

“Pada intinya perubahan perda ini, akan berfungsi bukan saja pengendalian tetapi juga sebagai acuan bagi pemerintah kabupaten/kota dalam merubah tata ruang,” tukasnya.

(Cr1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here