Walikota Bandung: Habib Rizieg Harus Minta Maaf Kepada Masyarakyat Sunda

0
10

Beritaplatmerah.com-Bandung-Wali Kota Bandung Ridwan Kamil Mengomentari dan menyesali sikap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab yang terkesan menghina budaya Sunda dalam ceramahnya.

Ridwan Kamil yang berupaya melestarikan bahasa dan budaya Sunda dengan cara menghadirkan program hari Rabu Nyunda mengatakan, arti kata sampurasun adalah baik. “Sampurasun itu artinya keberkahan untuk kita dan alam semesta, jadi maksudnya itu baik. Dalam bahasa Sunda kuno itu artinya sama dengan waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” katanya.

sebelumnya ada  di-postingan di media sosial  YouTube,Walikota Bandung ini menilai  Rizieq sudah bmenghina budaya Sunda dengan mengganti salam “sampurasun” menjadi “campur racun”. Video berdurasi 43 detik itu di-posting oleh pemilik akun bernama Muhammad Nazar pada 14 November.

“Saya cuma dengar berita dari Angkatan Muda Siliwangi (AMS). Tidak semestinya kultur yang ada di Nusantara dijadikan bercandaan yang tidak pada tempatnya. Kalau Habib Rizieq bercanda, ya tidak lucu,” kata Emil,  di kawasan Gedebage, Bandung, Rabu (25/11/2015).

Untuk itu, Emil  meminta kepada orang no satu di  FPI itu untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sunda.

“Kalau niatnya cuma buat guyon, itu bukan pada tempatnya. Jadi, saya harap Habib Rizieq meminta maaf ke masyarakat Sunda,” katanya.

Emil juga membantah bahwa salam sampurasun telah mengesampingkan salam dalam agama Islam.

“Tidak juga, kalau pidato, ada assalamualaikum, salam sejahtera untuk Kristiani, om swastiastu buat umat Hindu. Nah, sampurasun untuk lokal. Islam kan rahmatan lil alamin. Seharusnya tetap memberi ruang hal yang baik,” ucapnya.

Emil mengatakan, sampurasun memiliki makna baik dan tidak menyimpang dari ajaran agama.

Sampurasun itu keberkahan untuk kita dan alam semesta. Maksudnya baik, bahasa Sunda kuno itu sama artinya dengan waalaikumsalam warahmatullohi wabarakatuh. Sampurasun apa jeleknya. Artinya juga sangat baik. Ridwan Kamil mengatakan semestinya Islam tetap memberi ruang-ruang untuk hal yang baik. “Sampurasun apa jeleknya? Artinya juga sangat baik. Ini terjadi biasanya karena ketidaktahuan yang melahirkan ketidakpedulian,” katanya

Editor:Agus Nainggolan

Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here