Wakapolri: Nggak Mungkin di Masjid Ada Radikalisme

0
5

Wakapolri Komjen Syafruddin yang juga pengurus Dewan Masjid Nasional membantah adanya masjid yang terpapar radikalisme. Menurut Syafruddin, masjid tidak mungkin terpapar radikalisme.

“Saya bantah. Bukan masjid. Nggak mungkinlah. Bagaimana bisa, masjid itu kan tempat ibadah. Mana ada masjid radikal,” kata Syafruddin di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018).

Menurut Syafruddin, informasi adanya masjid yang terpapar radikalisme kurang tepat. Ia secara tegas membantah informasi tersebut. “Saya bantah. Nggak mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, jumlah masjid yang para penceramahnya menyebarkan ajaran radikalisme di DKI itu disebut oleh cendekiawan muslim Azyumardi Azra saat menghadiri undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Itu media sosial, termasuk juga dalam hal ini adalah penyebaran kebencian melalui ceramah-ceramah agama. Misalnya oleh Mbak Alissa Wahid, misalnya, sekitar 40 masjid yang dia survei di kawasan DKI itu penceramahnya atau khatibnya radikal. Mengajarkan radikalisme dan intoleransi,” ucap Azyumardi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/6) lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga telah mengakui ada 40 masjid di DKI Jakarta yang jadi tempat penyebaran radikalisme. Sandiaga telah memerintahkan jajarannya membina 40 masjid tersebut.

“Empat puluh itu kami juga sudah punya datanya di teman-teman Biro Dikmental dan BAZIS DKI. Akan kita arahkan ke kegiatan kita lebih banyak ke sana,” kata Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa (5/6).***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here