(Video) Tak Mau Dikritik, Mahasiswi Ini Nekat Buka Pakaian Saat Presentasi Tesisnya

0
6

Seorang mahasiswi senior di Cornell University di Amerika Serikat mendadak viral setelah ia menanggalkan bajunya di kala sosoknya menyajikan presentasi tesisnya.

Hal aneh ini sendiri terjadi bukan tanpa alasan. Aksi mahasiswi yang bernama Letitia Chai ini terjadi sebagai upaya untuk melawan ‘penindasan’ prinsip feminisme dalam hidupnya.

Ya, aksi kontroversial ini terjadi setelah Letitia mengklaim profesornya mempertanyakan celana pendek yang dikenakannya kala menyajikan presentasinya.

Aksi ini digunakan sebagai protes terkait ucapan profesor Rebekah Maggor, yang mengkritik Chai pada awal pekan sebelumnya karea mengenakan celana yang dianggap terlalu pendek selama uji coba presentasinya.

Melalui akun Facebook-nya, Chai memposting unggahan yang mengatakan bahwa sang profesor telah bertindak terlalu sexist dalam upacannya itu.

Chai mengatakan bahwa kala itu sosoknya dikritik karena mengenakan celana pendek jean dalam presentasinya.

Bukannya fokus ke presentasi yang ditampilkannya, sang profesor justru sibuk mempertanyakan pakaiannya.

“Hal pertama yang dikatakan profesor itu kepada saya adalah” apakah itu benar-benar apa yang akan anda kenakan?” Kata Chai.

“Dia, seorang wanita kulit putih, melanjutkan:” Celana pendek Anda terlalu pendek “.

‘Profesor itu memberi tahu saya, di depan seluruh kelas saya, bahwa saya mengundang tatapan laki-laki sehingga mereka tak fokus pada isi presentasi saya dan mengalihkan perhatian ke tubuh saya.

“Dia bilang aku membuat pernyataan tersebut dengan memakai pakaian pendek ini. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya yakin sekali tidak akan mengubah pernyataan saya dengan penampilan ini demi membuatnya atau orang lain merasa lebih nyaman. ‘

Chai mengatakan bahwa seorang siswa internasional laki-laki di kelas mengaku setuju dengan profesor

Hal ini pun membuat Chai kesal dan dia memutuskan untuk meninggalkan ruangan.

Dia mengatakan bahwa profesornya kemudian keluar dari ruangan dan bertanya apa yang akan dipikirkan ibunya tentang pakaiannya.

Chai menjawab: ‘Ibuku adalah seorang profesor feminis, pejuang kesetaraan jender dan seksualitas. Dia baik-baik saja dengan celana pendek saya. ”

Karena ucapan profesor inilah Chai kemudian nekat memprotes dengan tindakan kontroversial menanggalkan baju tersebut.

Menanggapi kontroversi yang ada ini, profesor Maggor pun memberikan klarifikasi.

Ia mengatakan kepada Cornell Sun bahwa ia meminta maaf atas karena ucapannya dianggap sebagai pernyataan yang dianggap begitu seksis oleh sosok Chai.

‘Saya tidak memberi tahu siswa saya apa yang harus dikenakan, dan saya juga tidak mendefinisikan ke mereka terkait pakaian yang tepat untuk mereka.”

Sang profesor tersebut juga meminta maaf berulang kali terkait pemilihan katanya terkait celana yang terlalu pendek.

Sang profesor pada akhirnya juga setuju bahwa ‘gagasan’ celana pendek pada wanita membawa banyak muatan budaya dan politik.***

Berikut Videonya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here