Video Dopper Ekstrem Dibuat Di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

0
9

Jakarta – Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU sudah mengetahui soal media asing yang heboh membahas pola latihan dopper terutama menyoroti tembakan berisi peluru tajam.

Video yang menjadi perbincangan media asing itu sebenarnya bukan gambar latihan dopper yang dilakukan personel Kopassus. Tayangan itu justru visual latihan dopper para prajurit tangguh dari Paskhas di area hutan daerah Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Itu video Paskhas saat latihan di Garut, waktunya sekitar tiga tahun lalu,” kata Kepala Penerangan (Kapen) Korps Paskhas Letkol Sus Rifaid di Markas Komando (Mako) Paskhas TNI AU, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/2/2016).

Dalam sebuah latihan dopper, diskenariokan pasukan TNI yang siap siaga menyerang musuh. Namun, tanpa diduga musuh ternyata lebih dulu menyerang. Pasukan pun merayap menghindari serangan yang bertubi-tubi. Hujan peluru musuh tidak menyurutkan nyali pasukan TNI. Mereka berbalik menyerang meski harus merayap di atas tanah berlumpur. Skenario ini disebut dopper.

Rifaid mengatakan, wajar bila media asing ‘kaget’ dengan latihan dopper yang sebenarnya sudah hal biasa di kalangan TNI. “Kalau kata media asing latihan ini brutal, ya wajar. Tapi bagi kami yaitu prajurit Paskhas latihan dopper pakai peluru tajam itu bukan merupakan sesuatu luar biasa,” ucap Rifaid.

Dia menegaskan, latihan dopper yang wajib dilakukan prajurit Paskhas  ini bukan bermaksud pamer kemampuan serta memperlihatkan aksi kesombongan. Selain itu, Rifaid menambahkan, kegiatan dopper pun bukan mempraktikkan tindakan kekerasan serta mengumbar kebrutalan.

“Berlatih dopper ini justru mendidik. Jadi, latihan tersebut lebih kepada menguji kemampuan prajurit yang meliputi uji keberanian, ketahanan fisik, mental dan menumbuhkan kepercayaan diri. Memang rasa takut pasti ada, tapi bisa dikikis oleh dasar yang dimiliki prajurit untuk berani melakukan dropper,” tutur Rifaid.

Korpaskhas ialah salah satu pasukan khas TNI AU yang mengantongi kemampuan tiga matra yaitu darat, laut dan udara. Setiap prajurit baret jingga ini harus memiliki persyaratan dasar Para-Komando.

Kemampuan Korpaskhas menjadi andalan garda terdepan menjaga NKRI. “Musuh boleh tahu dengan kemampuan yang Paskhas miliki, tapi musuh tidak akan pernah tahu niat dan keinginan Paskhas untuk menghancurkan musuh,” ucap Rifaid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here