(Video) Beredar Pidato Prabowo Blak-blakan Soal Uang Kepada Calon Kepala Daerah

0
22

Berita Plat Merah Baru-baru ini mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti beberkan pengalaman pahit saat akan maju ke Pilgub Jatim 2018.

Ia dipastikan gagal berkompetisi setelah tak mendapatkan dukungan Partai Gerindra.

Baca: Gagal Maju di Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Serang Prabowo

La Nyalla menerangkan, sempat mendapatkan surat mandat dari Prabowo 11 Desember lalu. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Salah satu kelengkapan pemenangan, ucap La Nyalla, ia sempat diminta uang sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Uang itu, untuk saksi dalam Pilkada Jatim.

“Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan di tanggal 20 Desember 2017, kalau tidak bisa, saya tidak akan direkomendasi,” ujar La Nyalla di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Setelah pernyataan La Nyalla tersebut, mendadak pidato Prabowo Subianto viral di media sosial. Video tersebut sepertinya terjadi pada 2017 lalu.

Pada pidato tersebut, Prabowo blak-blakan bahwa hal pertama yang ia tanya kepada calon gubernur adalah apakah dia punya uang atau tidak.

“Kalau ada yang mau jadi gubernur datang ke saya, apa pertanyaan pertama yang saya tanya ke dia? Ente punya uang atau tidak. Saya tidak tanya anda lulusan mana, perstasi apa, pernah buat buku apa, pernah jadi bupati enggak. Yang saya tanya punya uang atau tidak,” jelas Prabowo pada video tersebut.

Secara Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah bila Prabowo Subianto dan partainya meminta sejumlah uang kepada para calon kepala daerah, termasuk kepada La Nyalla sebesar Rp 40 miliar.

“Saya kira kalau dari pak Prabowo tidak ada ya‎ itu, saya tidak pernah dengar‎,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (11/1/2018).

‎Mungkin yang ada, menurut Fadli, Prabowo menanyakan kesiapan logistik calon peserta Pilkada yang diusung.

“Kalau itu dipertanyakan terkait kesiapannya untuk menyediakan dana untuk pemilu untuk digunakan dirinya sendiri ya sangat mungkin, tentu logistik dalam pertarungan pilkada sangat diperlukan,” katanya.

Baca Juga: Alumni 212 Kecewa kepada Gerindra, PKS, PAN. Ini Alasannya…

Dilansir dari Tribunnews, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyebut terbongkarnya kasus politik uang itu, bisa diketahui siapa saja yang terlibat, siapa saja yang menjadi korban, dan partai mana saja yang ‘doyan’ politik uang di Pilkada 2018.

“Kasus La Nyalla harus menjadi pintu masuk bagi Satgas Anti Politik Uang Polri untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan berkualitas,” ujar Neta, dalam keterangannya, Jumat (12/1/2018).

Ia mengungkap bahwa sebelum La Nyalla, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga mengaku dirinya pernah diminta Rp 10 miliar oleh oknum Golkar agar bisa mendapatkan rekomendasi untuk maju ke Pilkada Jabar.

Sumber 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here