“Tingginya Harga Beras,Presiden Perlu Evalusi Kinerja Dirut Bulog.”

0
37

IMG-20151010-WA0008Beritaplatmerah.com-Jakarta-Rahman Sabon Nama,Ketua Umum APT2PHI kepada  Platmerah  Senin (1/2-2016) mengatakan ,bahwa anggota APT2PHI yang juga adalah pelaku pedagang penyalur beras Bulog banyak yang mengeluh dan bertanya,” kenapa Bulog melalui operasi pasar tahun 2016 ini menjual beras dengan harga yang agak tinggi sehingga tujuan OP untuk stabilisasi harga tidak tercapai.Menurut Rahman Sabon bahwa  dengan lonjaknya harga beras maka komoditi beras penyumbang inflasi tertinggi per Januari 2016 sebesar 0.51% (data BPS),maka Bulog yang paling bertanggung jawab.

Meski sejak pertengahan Januari 2016 dilakukan Operasi Pasar oleh Bulog, harusnya dengan adanya pasokan beras impor sebanyak 1,5 Juta ton harga beras di dalam negeri harusnya bisa stabil tetapi nyatanya masih saja mengalami kenaikan, tidak  stabil sejak  Januari/Pebruari 2016 ini,  kenaikan harga beras secara nasional merupakan salah satu penyumbang inflasi tertinggi.

Kenapa Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, menetapkan harga penjualan beras OP yang begitu mahal seperti :
1). Beras medium dijual ditingkat penyalur/grosir dengan harga Rp.7500/Kg menurut saya harusnya dengan harga Rp.7000/kg saja Bulog sudah untung.

2).Beras premium dijual ditingkat penyalur/grosir dengan harga Rp.8900/kg ,menurut saya seharusnya dengan harga Rp.7900/kg.,kalau memang tujuan Bulog untuk stabilisasi harga.

3).Kenaikan harga ini terjadi pada beras premium, medium, dan kualitas rendah.

4).Harga beras premium di Januari 2016 mencapai Rp 9.723/kg atau naik 0,62% dibandingkan Desember 2015 dgn harga sebesar Rp 9.663,57/kg. Kemudian, harga beras kualitas medium di Januari mencapai Rp 9.548,24/kg atau naik 1,03%, dibandingkan Desember 2015 berkisar  sebesar Rp 9.450,66/kg,Sedangkan harga beras kualitas rendah di Januari mencapai Rp 9.280,39/kg atau naik 0,84%, dibandingkan Desember 2015 yang dijual ditingkat eceran  sebesar Rp 9.208,28/kg.

Rahman berharap,” agar Presiden Joko Widodo meminta Dirut Bulog untuk melakukan evaluasi harga terkait tingginya harga beras OPl dan meminta Dirut Bulog agar mewaspadai kenaikan harga beras ini karena mayoritas rakyat mengkonsumsi beras.
5).Pemerintah harus segera menetapkan HPP untuk Gabah Kering Giling/GKG maupun beras di awal bulan Pebruari 2016,sebagai informasi bahwa harga gabah kering panen/GKP saat ini ditingkat petani Rp.5000/kg dan harga GKG ditingkat petani sebesa.

Editor:Agus nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here