TINDAKAN MENTERI ESDM ATAS FREEPORT, BISA BERDAMPAK PRESIDEN DIANGGAP MELANGGAR KONSTITUSI

0
17

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Presiden Joko Widodo sangat  beruntung  memiliki seorang Menteri dalam Kabinetnya yang loyal dan pemberani seperti Menko Kemaritiman dan Sumberdaya Rizal Ramli yg ikut menjaga gawang pemerintahan nya,terkait  rencana perpanjangan Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia.

Rahman Sabon Nama pengamat Politik dan ekonomi mengatakan padaPlatmerah,bahwa ia menduga  Menteri ESDM punya eganda politik,  seharusnya  menjaga kekompakan dengan suasana yang kondusif dengan tidak menimbulkan kegaduhan terkait Perpanjangan  Kontrak   Karya PT.Freeport Indonesia.

Kata rahman,”Setahu saya bahwa Presiden Joko Widodo sangat patuh berjalan diatas kehendak Undang Undang dan Konstitusi ,tentu  Presiden Jokowi sudah mengetahui bahwa menurut Undang Undang Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia baru berakhir pada 2O19,dua tahun sebelum berakhirnya masa kontrak tahun 2O21.

Oleh karena itu apabila Menteri ESDM Sudiman benar telah membuat jaminan perpanjangan Kontrak dengan PT. Freeport  sebelum waktunya ,maka dia Sudirman dianggap melakukan perbuatan Subversif ,karena kebijakannya dgn sadar merugikan perekonomian bangsa dan negara dengan penyalahgunaan jabatan dan kewena- ngannya, menabrak Undang Undang.

Atas pelanggaran  itu agar Mabes TNI/Polri perlu turun tangan untuk mengetahui apa motifnya dibalik ini, dianggap sengaja menghancurkan perekonomian bangsa dari penerimaan negara di sektor Non Migas dan KPK perlu segera turun  menyidik kasus ini. Saya kutip pernyataan Mantan Menteri Keuangan Fuad  Bawazier (14/1O-2O15),kasus ini menarik karena sebenarnya Freeport tidak mau tunduk pada  UU Minerba No.4 Th. 2009 dengan alasan sudah ada Kontrak Karya thn 1991 utk perpanjangan sekaligus perluasan areal tambang. Mantan Menteri Keuangan di era Presiden BJ. Habibie itu tahu banyak ttg Kontrak  PT.Freeport Indonesia 1991,  ketika itu dia ikut berunding mewakili  pemerintah ,tapi pada  prakteknya PT.Freeport juga tidak mematuhi isi Kontrak Karya tahun 1991 tsb.

Rahman Menambahkan”Dulu ada Panja Freeport tapi gembos ditengah jalan,panja sudah ditaburin amplop, dirinya 3 kali dipanggil tapi selalu dibatalkan sehari sebelumnya,panja hanya untuk menakuti Freeport sebagai alat bergaining  saja.

Presiden Joko Widodo harus tegas pada perusahan  Asing Amerika itu ,apa  maunya Freeport ? dan Presiden hrs menepati janjinya ketika berkun jung di tanah Papua awal May 2O15 lalu, seharusnya gula gula kekayaan alam yang dikeruk dari bumi papua berupa emas ,tembaga dan uranium bisa memberi kesejah- teraan orang Papua ,tapi Mama  mama Papua masih berjualan sirih pinang dikegela- pan malam dan belum seorangpun putra daerah papua menjadi pengusaha sukses.

Kenapa Menteri ESDM  Sudirman Said harus terburu buru memper panjang  Kontrak atas nama Presiden ?,publik perlu tau dan pemerin- tah harus transparan, Menteri Sekneg Pratikno perlu segera mengklarifikasi hal ini jangan ada pembantu presiden menyalahgu nakan kepercayaan dengan memanfaatkan kepolosan & kejujuran Presiden untuk kepenti ngannya dan siapakah dibalik ini.
Demikian tutur  Rahman Sabon Nama pada Media tadi malam pada acara Tahun Baru Hijrah dgn anak yatim Panti Raudatul Hikmah dikediamannya Ciputat Tangsel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here