Tiga Gereja di Surabaya Dibom, Ruhut Sitompul Malah Kampanye, Warganet: Otak Tumpul

0
5

Mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul menjadi sasaran kekesalan warganet di media sosial. Pasalnya di saat rakyat Indonesia berduka dengan tragedi bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Ruhut melalui akun twitternya justru malah mencuit kata-kata provokasi.

Menurut berita yang beredar, korban tewas akibat teror bom di Surabaya tersebut mencapai 10 orang, termasuk anak-anak serta puluhan orang lainnya terluka.

Walau teror BOM yg kalian lakukan Sangat Biadab di Beberapa Gereja di Surabaya, “Mengakibatkan Korban Orang tidak Berdosa Anak Kecilpun menjadi Korban, Ingat Kami Rakyat Indonesia Tidak pernah Takut” Para Pendukung Pelaku Teror terlihat Semakin Takut Pak JOKOWI 2 Priode MERDEKA,” kata Ruhut dalam cuitannya, Minggu (13/5/2018).

Cuitan Ruhut tersebut dinilai bahwa pelaku teroris itu anti terhadap Presiden Jokowi. Padahal, tidak semua orang yang tidak suka terhadap Presiden Jokowi itu teroris. Sebab, memilih presiden merupakan proses demokrasi, yang artinya ada yang suka dan ada yang tidak suka memiliki hak yang sama.

tulisan ini mengartikan para teroris anti JOKOWI, saya tak terima bung, saya tdk suka JOKOWI bkn berarti saya teroris., ini cuma pilihan demokrasi,kalau harus sama pilihannya itu bkn demokrasi otoriter namanya,” tulis warganet pemilik akun Ceu Agung, membalas cuitan Ruhut.

Ceu Agung juga menambahkan, “saya cinta NKRI bukan berarti harus JOKOWI, bung pikir anti JOKOWI anti NKRI?????? demokrasi pancasila itu bukan menyamakan perbedaan tapi menjadi kn perbedaan menjadi keindahan seperti warna warni bunga ditaman,,,” tandasnya.

Sementara itu, menanaggapi komentar Ceu Agung, salah seorang warganet menyimpukan bahwa cuitan Ruhut Sitompul menunjukkan betapa pendeknya pemikiran seorang politikus dalam menyikapi peristiwa berdarah (tragis) yang sedang terjadi.

mereka lupa, Pancasila dibentuk karena banyaknya perbedaan, bukan siapa yang berkuasa… otak tumpul,” tulis @abs_fic

Pernyataan tersebut didukung oleh komentar RasudiMukidi, “Bener-bener si otak tumpul,” tegasnya.

Seperti diketahui, data jumlah korban meninggal akibat aksi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya terus bertambah. Terakhir, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan bahwa mereka yang meninggal menjadi 10 orang.

“45 Menit lalu saya menyatakan bahwa sembilan korban meninggal dunia, 40 (luka-luka) yang berada di rumah sakit. Dengan sangat menyesal kami harus menyampaikan perkembangan bahwa ada 10 yang meninggal dunia,” kata Barung dalam konferensi pers di Polda Jawa Timur, Minggu, 13 Mei 2018.

Dari jumlah itu, Barung menuturkan delapan orang belum diidentifikasi dan masih berada di tempat kejadian perkara. Alasannya karena polisi masih melakukan olah TKP.

“Sedangkan dua ada di rumah sakit,” kata dia lagi.

Barung menambahkan korban luka-luka yang terakhir adalah 41 orang. Sedangkan sebelumnya, dari sembilan orang yang meninggal dunia, dua orang sudah diidentifikasi di rumah sakit, 7 masih di TKP belum diangkut dan belum diidentifikasi. Jenazah mereka berada di Gereja Katolik di Ngagel, Gereja Pantekosta di Arjuna, Gereja Kristen Indonesia di Diponegoro, Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here