Tidak hanya di Asmat, Giji Buruk juga Masih Melanda DKI Jakarta

0
11

Jakarta – Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, M Helmi mengatakan ada 34 anak yang menderita gizi buruk di sejumlah wilayah Jakarta Utara. Namun, jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2017 lalu.

“Jumlahnya di 2017 ada 194 sekarang berkurang 82 persen jadi 34 anak, itu per akhir Desember 2017. Mereka gizi buruk dengan penyakit penyerta seperti TB (Tubercolosis), dan sisanya karena masalah gizi. Asupan gizi kurang,” kata Helmi saat dikonfirmasi, Jumat (2/2).

Helmi menjelaskan mereka mengalami gizi buruk karena faktor ekonomi yang sulit. Sehingga, orangtuanya tak memberi makanan yang bergizi.

“Ada banyak faktornya, ada karena faktor ekonomi, pengetahuan ibunya kurang soal gizi, dan juga prilaku orangtua yang biar gampang si anak dikasih jajan aja,” ucapnya.

Adapun, terdapat enam kecamatan di Jakarta Utara yang dilanda penyakit tersebut. Rata-rata orangtua anak berpenghasilan rendah dan tak memperhatikan kesehatan si buah hati.

“Merata hampir di 6 kecamatan di Jakarta Utara terjadi. Tidak semuanya dari menengah bawah. Ada juga yang orangtuanya bekerja sebagai buruh. Jadi mungkin karena orangtuanya enggak tahu tentang gizi akhirnya terkena,” terang Helmi.

Untuk itu, pihaknya tengah melakukan beberapa penanganan yakni intervensi spesifik dan sensitif. Cara spesifik yakni ikut campur dalam upaya kesehatan anak dan juga mendeteksi proses tumbuh kembang anak tersebut.

“Kita lakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik memperbaiki gizi penderita dengan perawatan dan pengobatan. Juga ada stimulasi deteksi dini tumbuh kembang, yaitu melihat perkembangan tumbuh anak. Di puskemas Cilincing memiliki aplikasi e-cinta untuk itu,” paparnya.

Kemudian, dari intervensi sensitif pihaknya melibatkan lintas sektor dengan cara mengecek apakah lingkungannya bersih atau kotor.

“Lalu kalau ternyata ada faktor ekonomi, seperti yang dilakukan di Kecamatan Cilincing, mereka melakukan urunan untuk diberikan kepada penderita gizi buruk. Juga mengajari si ibu memasak makanan dengan gizi cukup. Sampai si anak makan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya juga akan mengatasi penyakit gizi buruk yang terdapat di daerah lain. Helmi menjelaskan, gizi buruk di setiap wilayah pasti ada. Apalagi Jakarta yang dikenal kota mengadu nasib yang penduduknya hilir mudik.

“Di sini gizinya sudah diperbaiki, tapi ketika kembali ke kampung bisa berubah lagi, lalu dia balik lagi ke Jakarta. Tidak bisa dihilangkan. Tapi bagaimana cara kita menekan itu yang ingin ditunjukan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengecek soal kabar gizi buruk di daerah Jakarta Utara. Jika benar terbukti, Anies akan mengatasi hal tersebut.

“Nanti saya cek langsung dan kita harus tangani. Di Jakarta boleh ada anak yang sampai kekurangan gizi, enggak boleh. Kalau itu sampe terjadi maka itu adalah kondisi yang tidak bisa ditoleransi,” kata Anies di RSIA Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here