Terungkap, Begini Cara Napiter Dapatkan Senjata Saat Kerusuhan Mako Brimob

0
2

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan para napi teroris (Napiter) tersebut melakukan penjebolan di dalam rutan. Para napi itu menggunakan berbagai barang yang mereka temukan untuk menjebol sekat.

Dengan cara itulah, para napi teroris mendapat banyak senjata yang sempat digunakan untuk melawan petugas kepolisian.

“Senjata dia dapat dari mana-mana, kan dia jebol ini ke mana-mana. Dia dapat kaca dipecahkan, dia dapat besi, dia dapat apa, ini kan dijebol semua,” kata Syafruddin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Syafruddin pun membantah jika senjata itu sebelumnya sudah disimpan di dalam sel para napi teroris. “Tidak. Tidak ada (yang didapat di dalam ruang sel). Ruang tahanan itu disekat semua, dijebol, jadi alat-alat, peralatan yang ada di ruang-ruang itu ada saja didapatkan,” katanya.

Syafruddin menambahkan, kini 145 napi teroris sudah dibawa ke LP Nusakambangan. Sementara itu, 10 napi lain masih ditahan di Mako Brimob.

“Masih di Mako 10 itu, masih di tahanan karena tahanan lama sudah tidak bisa digunakan,” katanya.

Nantinya, 10 napi yang masih ditahan di Mako Brimob tersebut akan dilakukan evaluasi. “Ini evaluasi tim investigasi. Penyidik,” katanya.

Sementara itu, Komandan Korp Brimob (Dankorbrimob) Irjen Rudy Sufahriadi di Mako Brimob, Depok, Kamis 10 Mei 2018 menyampaikan, puluhan senjata yang disita polisi dari para napiter penghuni Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok diduga berasal dari gudang penyimpanan barang bukti.

Saat menjalankan aksinya, para napiter diketahui menggunakan senjata laras panjang, pendek dan bom rakitan untuk menyerang petugas.

“Saya melakukan penindakan soal ledakan itu menjatuhkan tembok karena patut diduga mereka menyimpan bom yang didapat dari barang bukti yang kemarin disita,” ujar Rudy Sufahriadi, Kamis (10/5/2018).

Rudy memastikan, para napi yang membunuh lima anggota polisi serta menganiaya empat polisi akan menjalani proses hukum terkait perbuatannya.

“Indonesia negara hukum, semua berujung ke penegakan hukum. Semua pemberatan dan peringanan ujungnya di pengadilan,” ucap dia.

Sebelumnya, Wakapolri, Komjen Syafruddin juga mengatakan, para Napi membuat bom rakitan saat menyandera anggota polisi. “Ternyata selama 24 jam menyandera, mereka melakukan perakitan bom,” kata Syafruddin.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here