IMG-20171013-WA0023

Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Oleh Oknum Guru, ‎Puluhan Wali Siswa SMK BA Tuntut Pihak Sekolah

BERITAPLATMERAH.COM,TANJUNG ENIM – Lagi, tindak kekerasan disekolah yang melibatkan tenaga pendidik (guru,red) kembali terjadi. Kali ini giliran‎
Puluhan wali siswa dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bukit Asam  Talang Jawa, Tanjung Enim yang  menuntut ketegasan pihak sekolah terhadap oknum guru inisial YA, yang diduga telah melakukan kekerasan pada siswa, yang jumlahnya sudah mencapai puluhan.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Jumat (13/10/2017), Wali siswa dan siswa yang menjadi korban dugaan kekerasan oknum guru ini masuk dalam satu ruangan untuk melakukan mediasi dengan pihak sekolah. Turut hadir Kepala SMK BA dan juga dari pihak kepolisian setempat.

Pada pertemuan mediasi tersebut Kepala SMK Bukit Asam Desy Yuliati SPd atas nama sekolah meminta maaf dan tidak bisa berkata banyak dalam masalah ini. Sebab, kata dia dalam hasil mediasi, sudah disepakati tidak mengeluarkan permasalahan ini ke publik dan cukup diselesaikan sesuai dengan tuntutan wali siswa tadi.

“Kita melakukan mediasi. Dan, maaf ya pak saya tidak bisa menceritakan masalahnya terlalu dalam. Namun, dalam mediasi tadi sudah diputuske tuntutan wali siswa sudah diputuskan,” ucap Desi.

Dalam persoalan ini, lanjutnya tujuan pihak sekolah mengundang para wali siswa dan siswa, tiada lain hanya ingin menyelesaikan permasalahan dengan cara melakukan mediasi. Dan, hasil mediasi sudah diputuskan sesuai dengan tuntutan para wali siswa.

“Jadi ini permintaan dari wali siswa, tadi hasil keputusan mediasi ini pak. Dan hasil itu, akan dibicarakan lebih lanjut ke ketua yayasan Yakasaba,” ujarnya.

Ditambahkan, terkait adanya siswa yang mengalami kekerasan sudah dibawa kerumah sakit dan semua biaya pengobatan ditanggung oleh pihak sekolah. Jadi dengan ini pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Untuk jumlahnya ada 32 siswa dan yang datang pada hari ini memenuhi undangan ada sekitar 25 wali siswa beserta siswa,” tuturnya.

“Kedepan kita berharap kejadian seperti tidak terjadi lagi, sebab sebagai guru tidak boleh bersikap seperti itu. Kedisplinan mentaati aturan baik siswa dan guru akan ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu orang tua wali yang tidak menyebutkan namanya, saat keluar dari rapat mediasi mengatakan, kalau dalam mediasi ini sudah diputuskan bahwa oknum guru tersebut disepakati untuk diberhentikan oleh pihak sekolah sebagai guru.

“Nah, dari hasil kesepakatannya oknum guru tersebut diberhentikan,” cetusnya sembari berjalan keluar dari gedung SMK Bukit Asam.

Menanggapi permasalahan tersebut, ketua yayasan Yakasaba Drs M Hatta MBA melalui Sekretaris Yakasaba Amiruddin mengatakan, bagi pihaknya kejadian ini merupakan musibah, sebab, ujarnya siapa pun tidak menginginkan terjadi hal seperti ini. Dan ia pun berharap permasalah seperti ini untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya terjadi di lingkungan SMK Bukit Asam.

“Jadi, keputusannya ya yang terjelek.  Kita sangat terpaksa dia mengundurkan diri,” cetusnya. AIdo Dj