Tanjung Enim Pecahkan Rekor MURI “Pais Tempoyak Ikan Patin” Tembus 14.428 Bungkus

0
5

MUARA ENIM (SUMSEL) l BERITAPLATMERAH. COM – Lapangan Fasilitas Sosial (Fasos) PTBA Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Minggu (8/4/2018), menjadi saksi bisu pecahnya rekor baru. Di lokasi ini, ribuan masyarakat Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul berhasil mencatatkan nama di Musem Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan penyajian makanan khas Sumatera Selatan yakni Pais Tempoyak (Berengkes) Ikan Patin terbanyak sepanjang sejarah. Tak tanggung-tanggung, dari target semula sebanyak 13.000, ternyata tembus 14.428 bungkus yang terbuat, untuk pemecahan rekor kali ini. Sedikitnya panitia menyiapkan 1,3 ton ikan patin untuk membuat kuliner khas berbungkus daun pisang tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung Beritaplatmerah,  sebelum pemecahan rekor dimulai, ribuan masyarakat Tanjung Enim, sejak pagi memadati lapangan Fasos. Masyarakat yang ditunjuk panitia membuat paes ikan patin di tenda-tenda yang telah disiapkan. Pemandangan orang-orang yang membuat makanan khas ini cukup mencuri perhatian. Bahkan aroma bumbu khas tempoyak yang berasal dari fermentasi buah durian cukup menyengat di lokasi ini.

“Aku dak tahan bau tempoyaknyo kuat nian, jadi dak berani dekat-dekat mas,”aku Eko salah seorang warga pendatang namun sudah lumayan lama berdomisili di Tanjung Enim, yang menyaksikan acara pemecahan Rekor Muri tersebut,” ujarnya singkat

Namun lain dengan Wati, warga Dusun Tanjung Enim. Menurutnya pais tempoyak ikan patin ini merupakan makanan favoritnya sekeluarga, mengingat ini merupakan kuliner khas warga Sumatera Selatan.

Au ape lagi bagi kami jeme dusun nih,guk dari kecik lah biase jadi hidangan lauk makan, jadi lidah kami nih lah menyatu, mungkin bagi masyarakat di luar Sumatera Selatan agak aneh, karne loem tebiase makan nye, kalu masih dalam bentuk buah, au mungkin banyak yang ribang embaunye,” ucap Wati dengan logat bahasa setempat, sembari berlalu.

Ketua Pesona Enim, Amin saat membuka rangkain kegiatan

Pemecahan rekor MURI pembuatan 13 ribu “Paes Tempoyak Ikan Patin” ini merupakan bagian dari event “Bukit Asam Enim Culture Festival 2018”.

Menurut Ketua Panitia, Surtia Ningsih, yang akrap disapa Tia ini, tujuan kegiatan ini selain untuk mengangkat kembali nama kuliner khas Sumatera Selatan juga dalam rangka gerakan kampanye makan ikan.

“Kegiatan ini kita adakan pas memperingati puncak hari Wanita Internasional, mudah-mudahan pemecahan rekor ini bisa mengangkat budaya asli masyarakat khususnya dibidang kuliner, serta mengajak masyarakat lebih gemar menkonsumsi ikan,”jelas Tia, yang juga CEO Srijayanasa Dance School ini.

Tia menambahkan, ajang ini juga untuk mensuport Tanjung Enim sebagai kota wisata yang saat ini mulai digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim  dan PT Bukit Asam Tbk, dengan berbagai kegiatan yang positif dan kreatif. Ia pun yakin, cita-cita tersebut dapat segera terwujud sehingga kedepan berdampak terhadap ekonomi kemasyarakatan setempat.

Kegiatan semacam ini juga menambah semangat gotong royong serta kekompakan warga, dalam menyongsong Tanjung Enim Kota Wisata,” pungkasnya.

Sementara itu, Amin selaku Ketua Pesona Enim saat membuka kegiatan menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah setempat dan kepada PT Bukit Asam Tbk, yang sudah mensuport penuh kegiatan “Bukit Asam Enim Culture Festival 2018” ini.

“Kami ucapkan terima kasih juga kepada teman-teman Forum Pemuda di Tanjung Enim, pengurus lapangan Fasos, teman-teman komunitas baik di Tanjung Enim dan Muara Enim, serta teman-teman organisasi  PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Muara Enim, Ikatan Wartawan Online (IWO), dan ucapan terima kasih atas keramahan warga masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya, tanpa ada kalian kami ini tidak ada apa-apanya, sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya,” tutupnya. (Aldo DJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here