TANDA TANGAN DIPALSUKAN UNTUK PENGALIHAN STATUS KEPEMILIKAN TANAH, UNTUNG LAPOR KE POLISI

0
48

BERITAPLATMERAH.COM-PEMALANG-Tidak merasa menandatangani apapun dalam peralihan surat tanah (sertifikat), seorang warga melaporkan dugaan adanya pemalsuan tanda tangan ke Polsek Comal Pemalang.

Untung Wijaya (37), warga Rt.05/Rw.01 dusun Kendalduwur desa Sidorejo kecamatan Comal kabupaten Pemalang melaporkan hal tersebut ke polsek Comal beberapa bulan yang lalu.

Dalam laporannya, untung menyampaikan bahwa dia merasa tidak menandatangani surat apapun untuk membuat peralihan sertifikat tanah. Untung juga menjelaskan  bahwa ada 2 bidang tanah milik keluarga yang masing-masing luasnya  6.600 m2 dan 1.485 m2 yang terletak di desa Lowa kecamatan Comal Pemalang Jawa Tengah.

Untung merasa kaget ketika mendapati bahwa tanah tersebut sudah dijual dan dikuasai oleh pihak lain. Setelah ditelusuri, ternyata tanah tersebut sudah dijual oleh Hj. Maswi (62), ibu kandung Untung Wijaya (Pelapor). Lebih kaget lagi, untung mendapati bahwa sertifikat tanah tersebut sudah beralih nama yang sebelumnya atas nama H. Rudi/Hj. Maswi menjadi atas nama Hj. Maswi.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kedua bidang tanah tersebut bersertifikat atas nama H. Rudi/Hj. Maswi yang pada waktu itu H. Rudi suami Hj. Maswi yang juga ayah kandung dari Untung Wijaya masih hidup.  Setelah H. Rudi meninggal pada 23 April 2008, beberapa tahun kemudian muncul surat pernyataan yang ditanda tangani oleh Untung Wijaya (pelapor) dengan beberapa saksi,“Tepatnya pada tanggal 24 Mei 2013 bertempat di balai desa Sidorejo kecamatan Comal, dibuat surat pernyataan bahwa ada 11 titik tanah, 2 diantaranya yang saya laporkan ini diserahkan ke saya mas. Pada waktu itu ibu dan adik saya juga ikut menyaksikan saya menandatangani surat pernyataan yang  diketahui oleh kepala desa Sidorejo kecamatan Comal Mundhofir,” Jelasnya.

Untung mengaku kaget setelah dirinya mengetahui bahwa kedua sertifikat tanah yang tanahnya sudah dijual kepada orang lain ternyata sudah atas nama tunggal Hj. Maswi,“Saya tidak merasa dimintai untuk menandatangani surat apapun untuk perubahan sertifikat mas, jadi saya merasa sudah dirugikan dengan kasus ini. Kenapa saya melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, ya karena ada pemalsuan tanda tangan atas nama saya,” terangnya.

Diperoleh informasi bahwa saat ini pihak kepolisian sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil semua pihak yang terkait, termasuk Hj. Maswi, Winarsih dan Widiana yang bukan lain adalah ibu dan saudara kandung pelapor (Untung Wijaya) untuk dimintai keterangan. Namun hingga surat panggilan yang ke tiga muncul, mereka belum juga hadir memenuhi panggilan tersebut.

Sementara itu, selagi masalah terebut masih dalam penanganan pihak kepolisian, ada pihak ketiga yang mendatangi pelapor dengan tujuan agar laporan yang telah dibuat untuk segera dicabut,“Betul mas, ada orang yang mengaku pembeli tanah itu datang ke rumah saya. Namanya Jito, orang kendaldoyong petarukan,” kata Untung.

Jito yang suami kepala desa Kendaldoyong waktu mendatangi pelapor meminta dirinya untuk mencabut laporan yang sudah dibuat di polsek Comal,“Saya sampaikan ke dia bahwa pencabutan laporan itu hal yang mudah, asal dia bisa menghadirkan ibu dan saudara kandung saya kembali untuk menyelesaikan permasalahan ini di polsek Comal,” Jelas Untung.

Adanya permasalahan tersebut Untung Wijaya sudah menguasakannya ke Cipto Waluyo SH sebagai Kuasa Hukumnya.(Joko longkeyang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here