Tak Lahirkan Anak Laki-laki, Wajah Wanita Ini Disiram Cairan Asam oleh Suaminya

0
4

Seorang pria menuangkan cairan asam ke istrinya setelah dia melahirkan seorang bayi perempuan.

Parahnya lagi, peristiwa sadis ini terjadi tepat pada Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2018.

Siraj Biwi yang berusia 32 tahun dilaporkan melemparkan cairan asam ke istrinya, Farah Biwi yang berusia 25 tahun, saat dia tidur.

Penyiraman tersebut kabarnya dilakukan karena ‘kegagalan’ sang istri untuk melahirkan anak laki-laki dan juga keluarganya belum memenuhi mas kawin atau mahar pernikahannya.

Farah dari Moradabad, Uttar Pradesh, India ditinggalkan dengan luka bakar di wajah, tangan, dan perutnya. Akibat siraman tersebut, Farah dirawat di rumah sakit.

Pasangan ini telah menikah selama delapan tahun dan telah melahirkan dua anak perempuan.

Polisi sekarang mencari Siraj untuk menangkapnya atas tuduhan penyerangan yang menyebabkan luka parah.

“Setelah kelahiran gadis pertama saja, mertuaku mulai menyerangku dan menyalahkan aku seolah aku sengaja melahirkan seorang bayi perempuan,” kata Farah.

“Pelecehan terus berlanjut seiring waktu berlalu. Selama setahun terakhir, keadaan menjadi jauh lebih buruk. Di bawah tekanan dari keluarganya, suamiku akan meminta padaku untuk mendapatkan lebih banyak uang dari orang tua saya dan memberikannya kepada mereka,” ujarnya

“Ketika aku tidak mematuhinya, mereka mulai memukulku. Itu terjadi saat putri kedua kami lahir. Aku mencoba untuk hidup dengan dosis penyiksaan setiap hari dan memikirkan kesejahteraan anak-anak perempuanku, jika aku berpisah dari pria itu, siapa yang akan menyediakan makanan untuk kedua putri ku dan aku sendiri?” katanya.

“Tapi aku tidak pernah membayangkan dia akan sampai pada tingkat kemarahan yang lebih parah dengan menuangkan cairan asam ke tubuhku. Aku tidak akan memaafkan dia untuk kali ini, selamanya.”

Kakak perempuan Farah, Nusrat Jahan, menambahkan, “Farah menikah dengan Siraj, seorang pekerja kontraktor, delapan tahun yang lalu. Namun, selama setahun terakhir, perbedaan di antara mereka muncul setelah Siraj mulai menuntut mahar.”

Kelahiran anak kedua mereka jelas sebagai pemicu terjadinya insiden ini. Sayangnya, Farah bukanlah satu-satunya wanita yang telah diserang dengan cara yang keji ini.

Menurut Acid Survivor Trust International (ASTI), 300 serangan tercatat di India pada tahun 2016.

ASTI percaya jumlah serangan sebenarnya per tahun mungkin lebih dari 1000.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah India telah berusaha mengatasi masalah ini dengan mengajukan peraturan khusus, dengan fokus khusus pada pengendalian penjualan cairan asam, serta kompensasi untuk orang yang selamat.

Implementasi peraturan baru ini bervariasi dalam konsistensi dari satu negara ke negara lainnya.

Yang lebih parah, 76 persen kasus serangan dengan cairan asam melibatkan pelaku yang berasal dari orang terdekat korban, seperti kasus antara Farah dan Siraj.

Inggris memiliki salah satu tingkat tertinggi serangan dengan cairan asam dibandingkan tempat lain di dunia.

Ada 454 serangan di London pada tahun 2016. Pria lebih cenderung menjadi korban serangan asam di Inggris daripada wanita, dengan banyak serangan ini melibatkan geng.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here