Inilah 4 Taktik dan Strategi Perang China Kuno Sun-Tzu yang Masih Relevan Sepanjang Zaman

0
9

Perang tak pernah bisa dipisahkan dari peradaban hidup manusia. Suka tidak suka, mau tidak mau, perang seakan menjadi sisi lain dari kehidupan manusia sejak dulu kala hingga abad modern ini.

Dalam hal ini, perang menghadapi musuh bisa diartikan lebih luas, termasuk perang ekonomi, politik, maupun perang militer.

Satu hal yang pasti, setiap peperangan di segala zaman menghasilkan sebuah sejarah dari para pelakunya. Salah satunya adalah ahli strategi perang zaman China kuno bernama Sun-Tzu.

Di dunia militer, nama Sun-Tzu tidaklah asing di telinga. Dalam buku ‘Sun-Tzu The Art of Warefare’ terjemahan Roger Ames, Penerbit Lucky Publishers, Sun-Tzu dilahirkan di negara bagian Chi (saat ini provinsi Shantung, China) sekitar 551 SM dan wafat pada 479 SM.

Sun-Tzu yang lahir saat negara bagian di China saling berperang itu dikenal sebagai seorang ahli strategi perang yang sangat lihai. Bahkan strategi perang ala Sun-Tzu yang dibukukan dalam 13 Bab Seni Perang Sun-Tzu itu hingga kini masih menjadi salah satu bacaan wajib bagi perwira militer di dunia.

Segudang strategi perang dan militer yang dimiliki Sun-Tzu. Dari sekian banyak strategi yang dimilikinya itu, berikut empat cara untuk memenangkan perang ala Sun-Tzu.

1. Penilaian

Salah satu hal dasar yang harus dimiliki untuk memenangkan sebuah perang menurut Sun-Tzu adalah harus bisa mengukur hasil dari peperangan itu sendiri. Caranya dengan menilai situasi yang dilakukan atas dasar lima kriteria, yakni; jalan (tao), iklim, medan, komando, dan aturan.

Jalan (tao) adalah Anda harus bisa membuat pikiran pasukan sejalan dengan pikiran Anda. Dengan demikian mereka akan loyal kepada Anda meski harus masuk ke lembah kematian.

Iklim adalah Anda harus mengetahui kondisi cuaca tempat Anda berperang. Hal itu sangat penting agar Anda bisa mempersiapkan segala sesuatunya. Medan adalah, Anda harus mengetahui kondisi wilayah tempat berperang baik dari kondisi tanah, hutan, bangunan, DLL.

Komando adalah Anda harus memiliki seorang komandan atau jenderal yang memiliki hikmat, integritas, kemanusian, keberanian dan disiplin. Komandan dengan sifat seperti itu merupakan komandan teladan yang dipatuhi oleh prajuritnya.

Aturan adalah mencakup kefektivan organisasi, rantai komando dan hukuman. Anda harus tegas menjatuhkan hukuman jika pasukan Anda tak menaati perintah dan membuat kesalahan.

2. Tentang melancarkan pertempuran

Dalam berperang, carilah kemenangan yang cepat. Sebab, pertempuran yang berkepanjangan tidak akan membawa keuntungan. Perang berkepanjangan akan menguras biaya tinggi, membuat moral pasukan Anda merosot, dan memberi kesempatan pada musuh Anda yang lain untuk menyerang.

“Dalam perang, saya telah banyak mendengar tentang ketergesa-gesaan yang bodoh, tetapi belum pernah saya lihat permusuhan yang dibiarkan berkepanjangan sebagai kasus yang cerdik. Tak pernah ada kondisi yang diuntungkan dari perang yang berkepanjangan,” kata Sun-Tzu.

Kebutuhan pasukan di medan tempur harus didapat dari wilayah musuh. Sebab, jika biaya untuk perang hanya mengandalkan dari pasokan negara, maka negara Anda akan bangkrut.

“Komandan yang bijaksana akan berusaha sebisanya untuk memberi makan pasukannya dari lahan musuh,” kata Sun-Tzu.

3. Merencanakan serangan

Sun-Tzu mengatakan seni berperang paling baik adalah menjaga negara sendiri, sementara menghancurkan negara musuh adalah terbaik kedua. Karenanya, memenangkan seratus pertempuran bukanlah kesempurnaan tertinggi. Sebab, kesempurnaan tertinggi adalah meredam dan mengalahkan pasukan musuh tanpa harus bertempur.

Kebijakan militer terbaik menurut Sun-Tzu adalah menyerang strategi musuh, kedua menyerang persekutuan musuh, dan yang paling buruk adalah menyerang kota/negara bertembok alias benteng (zaman sekarang dapat diartikan wilayah yang dibentengi dengan pertahanan dan senjata yang kuat).

Karena itu, Sun-Tzu mengatakan serangan kepada ‘kota bertembok’ dilakukan hanya jika tak ada pilihan lain.

“Kalau memiliki kekuatan 10 kali kekuatan musuh, kepunglah dia; kalau lima kali, seranglah dia; kalau dua kali, hadapilah dia; kalau sama-sama kuat, pecah belahlah dia; kalau Anda kalah banyak, bertahanlah; kalau Anda bukan tandingan musuh, hindarilah dia,” kata Sun-Tzu soal seni menggunakan pasukan.

4. Menggunakan mata-mata

Sangatlah tidak manusiawi jika seorang komandan/jenderal tak mengetahui kondisi dan situasi musuhnya. Orang seperti itu bukanlah komandan yang baik dan bukan peraih kemenangan.

Pengetahuan awal merupakan syarat bagi seorang komandan/jenderal untuk menaklukan musuhnya. Di sinilah peran mata-mata diperlukan.

Ada lima jenis mata-mata yang dapat dipekerjakan, pertama; mata-mata setempat (bangsa dari musuh), orang dalam (pejabat musuh), agen ganda (mata-mata musuh), mata-mata yang dapat diganti (agen yang menerima info palsu untuk diteruskan ke musuh), dan mata-mata yang tak dapat diganti (agen yang kembali dari wilayah musuh untuk melapor).

Jika kelima jenis mata-mata ini diaktifkan semuanya ini menjadi harta berharga bagi sang komandan/jenderal.

“Intelijensi adalah sangat penting dalam perang, itulah yang diandalkan pasukan dalam setiap gerakan mereka,” kata Sun-Tzu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here