Solon Sihombing:Penjualan Asset PTPN2 Medan “Diduga Ada Mafia”

0
7

Beritaplatmerah.com-Medan-Setelah lebih dari 50 tahun tinggal dengan nyaman di rumah dinas perkebunan PTP2 medan, kini para pensiunan maupun ahli waris yang menempati rumah dinas di komplek perumahan PTP2 jalan Gaharu kota Medan tersebut diresahkan dengan rencana penjualan sebagian aset PTP2 ke piihak pengembang  swasta,dalam hal ini termasuk dengan rumah-rumah  dinas yang sedang ditempati para pensiunan PTP2 maupun  ahli warisnya

Drs.Solon Sihombing,Politikus muda,salah seorang ahli waris dari St.Karel Sihombing mengatakan,keluarga mereka sudah begitu nyaman tinggal disana dan rumah tersebut begitu berarti dan bersejarah bagi keluarga kami,kami besar dan bersekolah disana,bahkan tali pusar sayapun dikubur disana dan orang tua kami selalu bayar PBB tiap Tahun.Pria berusia 53 tahun yang juga Pengurus Dpp MKGR mengaku tersebut sangat kaget ketika ada surat pemberitahun mendadak dari pihak PTP yang bermaksud untuk menjual rumah dinas orang tua kami dengan sepihak,”Tuturnya kepada Platmerah

Solon Sihombing yang Juga salah satu Dewan Redaksi Platmerah dan Praktisi media yang lama berkiprah di USA dan beberapa tahun lalu kembali ke Indonesia karena panggilan Ornagtua dan NKRI tersubut menduga ada mafia dibalik penjualan aset PTP2 milik BUMN  tesubut.

Kami dari pihak keluarga ahli waris tidak pernah diajak diskusi oleh pihak PTP2, kami baru tau setelah ada surat pemberitahuaan penghapusbukuuan dan pemindahtanganan yang akan dilakukan oleh pihak PTP2 kepada  pihak ketiga,dan informasi yang berkembang bahwa rumah dinas yang sudah lebih setengah abad ditempati  oleh orang   dan kami anak-anaknya akan dibeli pihak pengembang/investor  dengan harga cukup tinggi,karena rumah tersebut berada di pusat kota Medan,sementara konvesasi yang akan kami terima dari pengusuran tersebut belum ada kejelasan berapa nilainya,kalau tidak salah hanya 280 juta,Ironis sekali hanya dapat nilai segitu?kandang ayam saja harganya lebih dari situ,”Ungkap Solon dengan nada menyindir

Ditempat terpisah,Herri Hutajulu Ketua Fraksi Partai Demokrat Kota Medan sependapat dengan Solon sihombing bahwa dugaan adanya hal yang tidak beres,Herry yang jg salah satu ahli waris yang bernasib sama dengan Solon mengatakan ada kejanggalan dari surat pemberitahuan dari PTP2, masa surat pemberitahuan dikirim tgl 31 juli samapai ke pihak kami baru tanggal 20 agustus,ada apa apa?Ini kita duga ada bermain pihak PTP dengan pengembang atau pemodal besar.

Solon dan  Herri Hutajulu   berharap,lebih bijak jika rencana penjualan aset itu ditunda dan perlu dialog yang intensif agar tidak terjadi penggusuran yang memakan korban seperti Kampung Pulo di Jakarta dan tempat-tempat lain,rakyat sudah menjerit dengan kondisi ekonomi saat ini,untuk itu pihak direksi dan pengembang  yang berambisi untuk”kaya”,harus menahan nafsunya saat ini,”Tungkas Solon  yang jaga  mantan Aktivis kemanusiaan di Amerika Serikat.

Kami akan menyampaikan keberatan kami kepada Mentri BUMN dan dan minta perlindungan Ke Bapak Presiden Joko Widodo,”Tungkasnya

Herry menambahakan bahwa pihak mereka dan korban lainnya ,siap berdiskusi, kami tidak memaksakan kehendak kami untuk bertahan disana,akan Gtetapi kami tidak terima kalau penggusuran kami dari sana ada unsur yang tidak beres atau karena kepentingan pihak-pihak pemodal.
Untuk kepastian kapan dilaksanakannya ekseskusi , Platmerah yang mencoba menghubungi Dirut PTP2 Medan,sampai berita ini diturunkan telepon selulernya belum bisa dihubungi.

Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here