Soal Teror Bom Surabaya dan Sidoarjo, Cak Imin: BIN dan Polri Kecolongan

0
2

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga wakil ketua MPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri kecolongan atas rentetan teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, dalam dua hari ini.

Tak hanya BIN dan Polri, Ketua Umum PKB itu menyatakan masyarakat juga kecolongan dari aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) dan terbaru di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi tadi.

“Semua kecolongan, masyarakat kecolongan, aparat kecolongan. Menurut saya BIN kecolongan, polisi kecolongan,” kata Cak Imin di lokasi.

Meski demikian, Cak Imin meminta semua pihak untuk tak saling menyalahkan atas rentetan ledakan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang dan puluhan orang luka-luka. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu melawan terorisme.

“Sudah sekarang tidak usah saling menyalahkan, mari bahu-membahu, aparat tidak bisa sendiri, masyarakat tidak bisa sendiri, mari bergandeng tangan,” tuturnya.

Cak Imin mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Menurutnya, ledakan bom bunuh diri ini telah mencoreng wajah Jawa Timur yang terkenal tentram.

“Jawa Timur tidak pernah ada teroris seperti ini. Ini memalukan buat saya warga Jawa Timur, sebagai Wakil Ketua MPR saya marah, dan kita semua harus hajar balik teroris,” kata dia.

Lebih lanjut, Cak Imin meminta agar RUU Terorisme segera disahkan oleh DPR dan Pemerintah dalam waktu dekat. Ia meminta pemerintah untuk segera merampungkan sejumlah pasal dalam RUU Terorisme itu dan langsung dibawa ke DPR untuk disahkan.

“Saya setuju undang-undang harus segera disahkan, segera pemerintah menuntaskan secara internal, bawa ke DPR langsung diketok,” kata dia.

Ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya kemarin Minggu (13/5). Gereja yang menjadi sasaran bom bunuh diri di antaranya Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Sampai saat ini tercatat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka dalam kejadian ledakan bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh satu keluarga.

Belum selesai di sana, malam harinya sekitar pukul 20.50 WIB, di Rusunawa Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, juga terjadi ledakan bom di salah satu kamar. Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka. Diduga kuat ledakan itu tak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom.

Sementara pagi tadi ledakan bom bunuh diri dilakukan di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. Polisi menduga pelaku bom bunuh diri yang berjumlah empat orang itu juga masih satu keluarga.***

SHARE
Previous articleKenapa Surabaya yang Diteror Bom?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here