Soal Kebijakan Subsidi BBM, SBY : Pak Jokowi Menyalahkan Saya

0
2

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku dirinya diserang oleh Presiden Joko Widodo terkait kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak untuk rakyat semasa dirinya menjabat sebagai presiden periode (2004 – 2014) lalu. Hal tersebut disampaikan SBY melalui akun twitternya, Selasa 15 Mei 2018.

“Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya,” tulis SBY.

Menurut SBY, selama ini dirinya mengikuti percakapan publik. Bahkan dirinya juga aktip memantau pernyataan Presiden Jokowi melalui media sosial.

“Saya mengikuti percakapan publik, termasuk di media sosial, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yg salahkan kebijakan SBY 5 th lalu,” kicau SBY.

Terkait hal itu SBY minta kepada para Menteri dan pejabat pemerintah yang pernah menjabat semasa dirinya menjadi Presiden juga para kader dan konstituennya agar menanggapi (pernyatan Jokowi) dengan kepala dingin dan sabar.

“Saya minta para mantan Menteri & pejabat pemerintah di era SBY, para kader Demokrat & konstituen saya, TETAP SABAR,” imbau SBY.

Sejatinya, lanjut SBY, dirinya dapat menjelaskan kepada pemerintah dan publik agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan soal pernyataan Presiden Jokowi tersebut, namun hal itu dirasa tak perlu. Mengingat saat ini negara sedang menghadapi banyak masalah.

“Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu & tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, & ekonomi,” kata SBY melanjutkan cuitan sebelumnya.

Di akhir cuitannya SBY mengimbau kepada semua pihak agar bersatu padu menjaga kerukunan, bukan malah cekcok saling menyalahkan. Sebagai pemimpin, tegas SBY, harus memberi contoh yang baik, bukan sebaliknya. Sebab, hal itu sangat memalukan.

“Justru kita harus bersatu padu. Juga makin rukun. Jangan malah cekcok & beri contoh yg tak baik kepada rakyat. Malu kita,” pungkas SBY.(Lucky Iskandar)

Sebelumnya, dalam ‘Workshop Nasional Anggota DPRD PPP’ di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018), Jokowi berbicara soal BBM 1 harga. Jokowi menyinggung harga BBM di wilayah timur Indonesia 3,5 tahun lalu.

“Saya minta BBM 1 harga, terutama di Indonesia bagian timur. 3,5 tahun lalu saya ke Wamena, saya ke kampung, desa, saya tanya, ‘Pak, di sini harga bensin berapa?’ Di Wamena saat itu Rp 60 ribu per liter. Itu pas normal. Kalau cuaca nggak baik, bisa Rp 100 ribu per liter,” kata Jokowi.

Saat itu Jokowi mengaku memerintahkan menteri terkait agar harga BBM disamakan dengan daerah-daerah lain. Singkat cerita, itu berhasil.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” sambung Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here