Soal Iklan Jokowi di Bioskop, OSO: Salahnya di Mana?

0
3

Beberapa hari terakhir ini, iklan tentang kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo di bioskop sebelum film tayang jadi polemik. Ketua DPD RI sekaligus Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mempertanyakan pihak yang menyoal iklan itu.

Menurut OSO, iklan capaian kinerja pemerintah merupakan tugas Kominfo. Kominfo berkewajiban menyampaikan kinerja pemerintah selama ini.

“Kominfo itu punya tugas loh, tugasnya mempromosikan apa yang dikerjakan oleh pemerintah, yang berhasil. Yang nggak berhasil ya diumumkan juga. Tapi yang berhaisl lebih diumumkan,” ujar OSO di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

OSO pun menegaskan iklan tersebut tak berhubungan dengan Presiden Jokowi yang kembali maju sebagai capres. Ditegaskannya, iklan itu bukan bagian dari kampanye dini.

“Salahnya di mana? Orang itu bukan Pak Jokowi kok yang mau. Itu kan promosi dari pada departemen yang berkaitan. Kalau yang menganggap itu banyak. Kalau lawan politik pasti banyak yang menganggap,” katanya.

“Jangan salah, kalau promosi dalam kepentingan negara untuk membuktikan ada pekerjaan selesai itu bukan kampanye. Itu adalah fakta bahwa saudara mengerjakan a, b, c dan itu udah selesai dan itu perlu dinilai oleh rakyat bukan oleh rakyat menilai untuk kampanye. Bukan,” imbuh OSO.

Sebelumnya, di media sosial, iklan Pembangunan Bendungan yang diikuti dengan tagar MENUJUINDONESIAMAJU ramai dibahas, termasuk oleh Wakil Ketua DPR sekaligus Waketum Gerindra Fadli Zon. Fadli meminta agar iklan itu dicopot.

Kominfo sebagai penyedia iklan layanan masyarakat juga telah membenarkan memasang iklan tersebut. Kominfo membantah itu adalah kampanye.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here