Sianida Juga Ada di Dalam Biji Cherry

0
14

BANDUNG – Buah ceri (prunus avium) merupakan tanaman berbiji yang berasal dari belahan utara dan tumbuh subur di iklim yang hangat.

Buah cantik berwarna merah ini dibawa oleh Kaisar Roma Lucius Lucunius Luculus, dari Turki ke Eropa pada bahun 72 SM.

Pohon Ceri ini adalah pohon yang sangat disukai di Jepang dan memiliki bunga yang disebut bunga sakura.

Buah ceri memiliki harga yang mahal karena permintaan buah ini cukup tinggi.

Namun kita harus berhati-hati ketika memakannya, karena buah ini memiliki bagian yang beracun yaitu dibagian bijinya.

Biji buah ceri mengandung racun glikosida sianogenik. Secara normal, kadar glikosida sianogenik tidak terlalu berbahaya. Namun, ketika kita mengunyah biji ceri dalam jumlah yang banyak maka glikosida sianogenik tersebut akan berubah menjadi hidrogen sianida yang bersifat racun bagi tubuh.

Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan sianida adalah zat beracun yang masuk ke dalam tubuh.

Hidrogen sianida atau sering disebut juga dengan asam sianida ini ialah suatu racun yang bersifat kuat sehingga dapat menyebabkan penyakit asfiksia.

Asfiksia merupakan kondisi kekurangan oksigen pada pernapasan yang bersifat mengancam jiwa.

Gejala penyakit asfiksia yaitu pernapasan lambat, pernapasan tidak teratur, warna kulit pucat atau biru, tonus otot lemah, dan denyut jantung tidak ada.

Beberapa kondisi tertentu pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah uteroplasenter sehingga pasokan oksigen untuk bayi menjadi berkurang.

Asam sianida banyak digunakan di laboraturium, terutama dengan kadar 2%. Asam sianida ini di dunia industri digunakan untuk berbagai reaksi proses kimia sintesis.

Oleh karena itu, sebaiknya dalam mengkonsumsi buah ceri ini cukup dagingnya saja yang di konsumsi dan bagian bijinya dibuang.

(tribun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here