mesum_20151229_082953

Seting Cumbui Stafnya Seorang Kades Di Pamekasan Dicopot

DNC melaporkan pria asal Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan ini ke Polres Pamekasan. Saat ini kasusnya tengah ditangani Satuan Reserse Kriminal.
EMS dicopot dari jabatannya pada Jumat (6/11/2017). EMS langsung dimutasi menjadi salah satu kepala seksi (Kasi) di Kecamatan Kadur. Sementara DNC yang juga berstatus sebagai sekretaris kelurahan (seklur) dimutasi ke Kelurahan Parteker, Kecamatan Kota Pamekasan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pamekasan, Lukman Hedy Mehdia mengatakan, mutasi kedua pejabat di Kelurahan Bugih tersebut untuk menjaga kondusivitas pemerintahan.
Selain dimutasi, kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut masih membutuhkan pemeriksaan di Inspektorat Pemkab Pamekasan untuk mendalami kasus asusila yang dilakukan EMS. Hal ini terkait dengan adanya pelanggaran kode etik sebagai ASN.
“Terkait adanya pelanggaran kode etik, maka Inspektorat yang akan memberikan teguran atau sanksi seperti apa. Mutasi murni kebijakan dari pimpinan,” imbuh Lukman.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Pamekasan, Ajun Komisaris Polisi Osa Maliki menjelaskan, kasus dugaan asusila yang menimpa DNC masih dalam proses.
“Kemarin sudah diproses laporannya. Namun saya belum mendapat informasi sejauh mana penanganannya,” ungkap Osa Maliki.
Sebelumnya diberitakan, EMS dilaporkan ke polisi oleh DNC karena sering melakukan tindakan asusila di kantornya. DNC sering diciumi oleh EMS di dalam ruang kerjanya saat jam istirahat kantor.