Sekolah Favorit di Purwakarta Akan Dihilangkan

0
0

PURWAKARTA – Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta siapkan program khusus untuk menghilangkan sekolah favorit. Hal ini karena semua sekolah negeri di Purwakarta akan dijadikan sekolah favorit.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Gang Beringin, Kabupaten Purwakarta, pada Rabu 11 Juli 2018

Menurutnya, selama ini ada beberapa sekolah menengah yang ‘dibranding’ oleh masyarakat sebagai sekolah favorit. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMPN 1, 2, 3, 4 dan 7.

“Nah sesuai perintah dari Kemendikbud semua kesan sekolah favorit ini harus dihilangkan. Makanya kami akan berusaha meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Purwakarta,” ujarnya Purwanto.

Caranya, lanjut Purwanto, adalah dengan meningkatkan kualitas guru dan sistem pengajaran. “Bahkan kita akan kembangkan metode metode pengajaran baru sehingga siswa akan lebih betah belajar,” katanya

Sehingga nantinya, sekolah sekolah negeri lainnya pun akan lebih berkualitas. Bahkan diharapkan akan melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang tak kalah dari sekolah sekolah favorit tadi.

Sistem Zonasi Unik Purwakarta

Sistem zonasi di Purwakarta memiliki sedikit perbedaan dengan wilayah lainnya di Jawa Barat. Di Purwakarta jalur akademik tetap menjadi prioritas untuk para siswa yang daftar ke SMPN yang diinginkanya.

“Dari jalur akademik presentasinya 65 persen, lalu dari luar kota 5 persen. Sementara untuk jalur non akademik ada 35 persen. Jalur non akademik ini terdiri dari jalur warga kurang mampu, zonasi, dan jalur prestasi,” katanya.

Selain itu untuk non akademik tersebut, tersedia juga jatah dari MoU PGRI. Sehingga mereka yang merupakan anak dari guru bisa masuk melalui jalur tersebut.

“Secara umum jalur zonasi ini pun hanyalah sebagai pelengkap jika ada persaingan di sekolah yang dituju. Semisal jika ada nilai yang sama antara siswa yang daftar, maka mereka yang rumahnya lebih dekat akan jadi prioritas,” ucapnya

Meski demikian lanjutnya, berbeda dengan daerah lainnya Purwakarta justru kekurangan murid. ‎Dari jumlah lulusan 16.341 orang untuk yang akan masuk SMP kuota bangku sekolah capai 18.723 orang.

“Jumlah kuota bangku sekolah ini, jika dirinci adalah‎ 11.959 dari sekolah negeri, lalu 3.573 dari sekolah swasta. Sementara kuota MTS sebanyak 3.191. Jadi secara umum hampir lebih dari 60 persen siswa yang akan daftar ke SMP di Purwakarta bisa diterima di sekolah negeri,” katanya.

Terkait mereka yang masuk melalui jalur tak mampu, Purwanto pun mengimbau sekolah untuk selektif.

“Para pengguna KIP, KIS dan JKS harus diprioritaskan. Karena para penggunanya sudah terdaftar di Negara,” ujarnya.

Sedangkan mereka yang daftar SKTM dadakan harus dikontrol oleh sejumlah pihak. “Jangan sampai ada yang pura pura miskin, laporkan saja jika ada yang memanfaatkan cara ini,” ucapnya.

Oleh karenanya Purwanto mengimbau kepada masyarakat yang daftarkan anaknya ke SMP untuk tidak panik. ‎

“Kursi bangku sekolah di Purwakarta sangat banyak, tidak mungkin tidak kebagian. Bahkan jika diterima di swasta atau MTS, tetap saja sekolah sekolah tersebut berkualitas,” katanya seraya menambahkan ada 50 SMP reguler, 98 Sekolah Satu Atap, dan 25 sekolah swasta di Purwakarta ditambah puluhan MTS.(jem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here