Sejahterakan HONORER !!

0
33

Bandung РRibuan tenaga honorer menuntut untuk diangkat menjadi PNS. Mereka berdemo selama 3 hari di depan Istana Merdeka dan berharap bisa ditemui Presiden Jokowi.

Gaji menjadi tenaga honorer yang tak seberapa membuat mereka menuntut kesejahteraan dengan dijadikan sebagai PNS. Ketua Honorer K2 Indonesia Titi Purwaningsih mengungkap alasan kebanyakan anggotanya menjadi tenaga honorer.

“Yang jelas di sini kita satu sisi sudah merasuk di jiwa kita sudah jadi panggilan jiwa, kalau ditanya kenapa, enggak bisa diukur logika. Ini namanya juga panggilan jiwa, inilah yang benar-benar,” ujar Titi usai diskusi ‘Mengejar Takdir Tenaga Honorer’ di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2016).

Titi merupakan guru SD honorer di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia telah 12 tahun menjalani profesi itu.

Selama ini Titi mendapatkan gaji sebesar Rp 150.000 per bulan. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, dia bergantung pada suaminya.

“Kalau teman-teman yang lain ada yang jadi tukang ojek dan lain sebagainya,” ungkap Titi.

Diwawancara terpisah di tempat yang sama, seorang tenaga honorer asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat bernama Simon (35) mengungkapkan alasan lain. Dia memilih jadi tenaga honorer bergaji Rp 300.000 karena tak ada pekerjaan lain.

“Di sana berbeda dengan kota yang punya banyak lapangan pekerjaan. Saya jadi tenaga administrasi di Dinas Perindustrian karena tidak ada pekerjaan lain. Di sisi lain memang karena pengabdian,” ungkap Simon yang sehari-hari juga berjualan pulsa telepon seluler untuk memenuhi kebutuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here