“SDN Kayuringin Jaya XIII, melalui Komite sekolah Bebas Melakukan pungutan”

0
12

Beritaplatmerah.com-Bekasi-Kurangnya pengawasan terhadap Dunia pendidikan, membuat sekolah leluasa untuk melakukan tindakan pungutan terhadap orang tua siswa, berbagai macam cara dan trik yang dilakukan oleh pihak sekolah guna untuk melakukan tindakan yang sudah dilarang oleh PP No 17 tahun 2010 pasal 181 tentang larangan pendidik dan tenaga pengajar memungut biaya, hal inilah yang dilakukan oleh satu sekolah di kota bekasi, SDN Kayuringin XIII yang berada di jalan udang 3 perumnas II kayuringin Jaya Bekasi selatan, sekolah tersebut dengan bebas melakukan pungutan yang membawa atas nama komite

Kondisi ini  membuat beberapa orang tua siswa merasa kecewa, menurut orang tua siswa semenjak Sekolah SDN Kayuringin XIII dipimpin Kepala sekolahi Hj Sukaesih, M. Pd yang kurang lebih menjabat 1 tahun banyak biaya pengeluaran disekolah tersebut.

Saat wartawan wawancarai salah satu orang tua bunga (nama disamarkan),menuturkan bahwa  pungutan tersebut yang dilakukan oleh sekolah SDN Kayuringin XIII  diantaranya adalah Uang Les (Pelajaran tambahan) yang diharuskan membayar 100 ribu perbulan,uang pentas seni 30 ribu, uang seragam Batik 60 ribu, seragam Pramuka 100 ribu dan yang sekarang ini dikeluarkan baju batik terbaru dengan harga 65 ribu.

Selain itu sekolah juga mengadakan pelajaran Ekskul Karate dengan dimintai 50.000 per bulan sementara baju karate 150.000, tidak hanya disitu sekolah juga  mengadakan study tour ke Museum Indonesia dan Museum Iptek TMII pada hari sabtu (21/11) dengan memintai biaya 110.000 per siswa.

Dan yang lebih parahnya sekolah tersebut sewaktu kelulusan memintai Biaya 100 sehingga 200ribu, “lanjut bunga” kami bukan semuanya orang mampu bang, ada beberapa orang tua yang susah, namun karena takut berpengaruh dengan nilai anak saya mau tidak mau saya harus mengadakan buat anak saya bang “ujar bunga”.

Miris bila kita bertanya kemana Dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) disekolah tersebut, yang seharusnya meringgankan Beban Orang tua siswa ini malah menjadi beban terhadap orang tua siswa.

Dan disaat wartawan yang mendatangi pihak sekolah (25/11), Didalam ruangan Guru, Endang salah satu guru kelas 2B yang sedang asyik mendengarkan musik dari Hp nya, membenarkan adanya acara study tour ke TMII namun semua itu sudah melalui Komite sekolah “ujar endang” , sementara Kepala sekolah yang ingin ditemui wartawan tidak ada ditempat.

Wartawan yang membuat sekedjul janji dengan Guru tersebut untuk kembali datang  besok kamis (26/11), namun Ke esokan Harinya Kepala Sekolah Hj Sukaesih kembali  tidak ada ditempat dengan alasan mengikuti seminar, sementara awak media yang sudah berada didalam ruangan guru dihadapkan dengan beberapa Ibu-ibu yang mengakui dari komite sekolah.

Ketua komite Sri Utari Wahyuni, S. Pd yang berbicara kepada wartawan menampik kalau terkait mengenai study tour tersebut pihak komite sudah mengadakan rapat dan hal tersebut tidak dipaksakan bagi mereka yang mau ikut saja “ujar sri” dan disaat wartawan mempertanyakan terkait les (pelajaran tambahan) bukankah itu sudah dilarang Oleh PP Nomor 17 tahun 2010 pasal ketua komite tersebut “sri mengatakan,” saya tidak mengetahui Peraturan tersebut,

Hal tersebut membuat Ketua TimSus LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Kota Bekasi Bung Nofrend, mempertanyakan dan meminta klarifikasi dari Kepala sekolah Hj sukaesih dan Kepala UPTD Bekasi selatan terkait pungutan yang ada di dalam sekolah SDN Kayuringin XIII, dan meminta Kepala Dinas untuk dapat mengambil (putra tobing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here