SBY Dinilai Telah Mencederai Kehormatan Profesi Advokat

0
10

Ketua tim kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail, menganggap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencederai kehormatan profesi advokat. Laporan Presiden ke-6 Indonesia itu terhadap Firman Wijaya seharusnya bisa diselesaikan di dewan kode etik profesi.

“Bagaimanapun juga ini sekali lagi kehormatan profesi. Saya juga enggak mau kehormatan profesi ini dinistakan oleh semua orang,” tegas Maqdir kepada Medcom.id, Rabu, 7 Februari 2018.

Maqdir menjelaskan seorang mantan presiden seharusnya bisa menjelaskan duduk perkara secara teknis mulai proses pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el), ketimbang melapor ke polisi. Apalagi, SBY merupakan orang yang mengeluarkan keputusan presiden (Keppres) pengadaaan KTP-el.

Maqdir mengatakan, SBY juga semestinya menjelaskan soal panitia pengadaan hingga panitia pengarah yang ditunjuk berdasarkan Keppres.

“Saya kira menurut hemat saya Pak SBY sebagai mantan presiden akan lebih bersikap arif dalam persoalan ini,” ucap dia.

Baca: Merasa Difitnah, SBY Laporkan Firman Wijaya ke Bareskrim

Presiden ke-6 Indoensia SBY resmi melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya. SBY menilai pernyataan Firman yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi KTP-el sebagai fitnah.

Baca Juga: Dilaporkan SBY ke Bareskrim, Begini Reaksi Firman Wijaya…

Kuasa hukum SBY, Ferdinand Hutahaean, menilai pernyataan Firman di luar persidangan soal kesaksian mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir telah menggiring opini. Padahal, Mirwan tak berkata demikian di persidangan.

“Mirwan Amir tak pernah bilang tokoh besar, orang besar, dan intervensi. Tak ada itu di persidangan. Tetapi kemudian Firman Wijaya di media bilang ada tokoh besar, orang besar, dan mengaitkannya dengan pemenang Pemilu 2009. Kami menilai itu arahnya ke Pak SBY. Ini yang kita nilai pencemaran nama baik dan fitnah,” jelas Ferdinand.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here