IMG-20170822-WA0023

Satnarkoba Polda Jatim Tembak Mati Bandar Narkoba Lintas Pulau

BERITAPLATMERAH, SURABAYA – Junaidi Saputra (33), asal Dumai, Riau, Sumatera, harus mengakhiri hidup dengan cara ditembak mati petugas dari tim Ditreskoba Polda Jatim.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, Junaidi adalah satu dari dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Surabaya dan Gresik yang berhasil diungkap Polda.

Pengungkapan, tutur Machfud, bermula dari penangkapan seorang perempuan bernama Yiska di Surabaya pada 11 Agustus lalu. Saat itu, petugas mengamankan 4 Kg sabu dari tangan tersangka.

Dari pengembangan kasus, polisi kemudian memburu tersangka, Junaidi di Gresik dan mengamankan 5 Kg sabu. Tapi tersangka berusaha kabur menuju area persawahan,  bahkan berusaha melawan petugas menggunakan paving.

“Saat hendak diamankan, tersangka melarikan diri dan melawan petugas. Setelah diberi tembakan peringatan masih lari, terpaksa langsung ditembak di tempat,” ungkap Kapolda saat berada di RS Bhayangkara, Selasa (22/8).

Dalam kondisi berbahaya, petugas terpaksa menembak mati tersangka.

“Kalau memang bandar besar dan melawan saat ditangkap, sesuai prosedur, maka sikat (tembak mati) saja,” tegas jenderal bintang dua tersebut.

Berat total sabu yang diamankan dari dua tersangka di Surabaya dan Gresik ini yakni 9 Kg atau senilai Rp 16,2 miliar.

“Dari ungkap kasus ini, kami berhasil mengamankan 9 Kg sabu, yang didatangkan dari Jakarta oleh tersangka yang juga residivis di daerah Riau,” ucapnya.

Dari Jakarta ke Surabaya, Tersangka membawa serbuk kristal tersebut menggunakan kereta api.

“Karena dengan pesawat mudah terdeteksi, maka untuk mengelabuhi perugas mereka memakai kereta api.”ujarnya.

Hasil pendalaman petugas, ternyata masih banyak jaringan lain yang menggunakan jalur darat untuk mengedarkan narkoba. Untuk itu, kata Machfud, pihaknya akan berkoordinasi dengan DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

“Karena peredaran ini lintas provinsi. Tentu kami masih harus mengembangkannya dan berkoordinasi dengan kepolisian di Jakarta dan Jawa Tengah,” tandasnya.(RAP/tyo)