Salah Sasaran Tangkap Bandar Narkoba, Polres Pekanbaru Minta Maaf ke Warga

0
10

Jakarta – Tim Sat Narkoba Polresta Pekanbaru salah sasaran menangkap saat hendak mengejar seorang bandar narkoba. Namun polisi dan korban akhirnya saling memaafkan.

Korban yang sempat salah sasaran ditangkap polisi adalah Lucky Achmadi (34) warga perumahan Jondul, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Dia sempat diperiksa polisi saat akan keluar dari komplek perumahannya.

“Saya memang sempat diperiksa polisi saat akan keluar dari komplek rumah. Disangka saya bandar narkoba. Tapi setelah dikonfrontir dengan tersangka yang ditangkap polisi, akhirnya saya dibebaskan,” kata Lucky dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (12/2/2016).

Lucky menceritakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (11/2) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Malam itu dengan mobilnya dia akan keluar dari komplek perumahannya. Di komplek ini ada dua pos penjagaan.

“Pos pertama saya keluar seperti biasa. Namun di pos kedua, saya dihadang anggota polisi yang menggunakan sepeda motor,” kata Lucky.

Selanjutnya, pihak kepolisian meminta dirinya untuk keluar dari dalam mobil, sekaligus menunjukan KTP. Lucky pun sempat disuruh tiarap di jalan.

“Saat itu petugas menyangka saya bandar narkoba. Lantas saya dibawa ke rumah tersangka yang baru saja ditangkap polisi menyimpan narkoba. Tersangka membantah kalau saya teman atau bandarnya,” kata Lukcy.

Malam itu juga Lucky dilepas tim Polresta Pekanbaru. Hanya saja saat disuruh tiarap, saat razia itu kakinya sempat terinjak seseorang dan lecet.

“Malam itu juga saya dibawa berobat ke rumah sakit polisi. Saya hanya minta sama pihak kepolisian, untuk memperbaikan nama baik saya di lingkungan perumahan. Sebab, sempat ada warga yang menduga saya terlibat narkoba. Jangankan narkoba, saya minum minuman keras saja tak suka,” cerita Lucky.

Lucky juga menambahkan, dia tidak diborgol saat dibawa ke rumah tersangka yang baru ditangkap Sat Narkoba Polresta Pekanbaru. Lucky juga tidak melakukan perlawanan sekalipun dia sadar kalau polisi sudah salah sasaran saat menangkapnya.

“Sama sekali saya tidak melakukan perlawanan. Apa yang diperintahkan saya turuti. Walau demikian tangan saya tidak diborgol malam itu,” terang Lucky.

“Tapi saya dalam masalah ini memang minta pihak Polresta Pekanbaru untuk mengklarifikasi semua kejadian ini ke pihak RT dan RW. Kita damai secara kekeluargaan saja,” kata Lucky.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesma Riza, membenarkan peristiwa yang sempat salah sasaran tersebut.

“Malam ini kami dari Polresta Pekanbaru berada di rumah Pak Lucky. Kita menemui Ketua RT dan RW termasuk tokoh masyarakat sekitar. Kita intinya meminta maaf sekaligus mengklarifikasi semua kejadian tersebut,” kata Iwan.

Menurut Iwan, malam itu pihaknya tengah menggelar razia narkoba. Target operasinya adalah anggota polisi yang non aktif bernama Fery.

“Saat Fery kita tangkap, ada barang bukti narkoba di tangannya. Waktu itu Fery menyebutkan jika bandarnya sudah pergi dengan mobil warna putih,” kata Iwan.

Dari keterangan Fery inilah, lanjut Iwan, timnya langsung bergerak cepat untuk mencurigai mobil yang dimaksud. Karena itu, saat Lucky keluar dengan warna mobil yang putih juga, dilakukan pemeriksaan.

“Fery ini anggota polisi non aktif dari Polres Siak. Dia sebenarnya sudah dipecat dari kesatuan, tapi dia kasasi dan di menangkan MA. Kita sekarang lagi mengajukan PK,” tutup Iwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here