SALAH KIBAJAKAN DALAM PENGADAAN BERAS KOMERSIAL DN OLEH BULOG “PEMERINTAH RUGI 5,8 TRILYUN “

0
9

Jakarta ,18/11-2015

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Pemerintah mengalami kerugian besar akibat salah kebijakan yang dilakukan oleh Direktur Utama Bulog.”Kabulog dalam pengadaan beras komersial /kualitas premium dalam negreri sebanyak 600.000 ton.
Baru pertama kali dalam kepemimpinan Kabulog.

 Djarot  Kusumayakti melakukan pembelian beras komersial dari pedagang yang dimonopoli oleh Asosiasi Pedagang dan Penggilingan Padi Indondsia (PERPADI) dengan harga Rp.9300/Kg.

Beras dibeli oleh Bulog menggunakan pinjaman Bank, kredit komersial dengan bunga 1% perbulan itu tidak bisa dijual oleh Bulog karena harganya mahal dan pedagang di pasar induk tidak ada yang mau beli.

“Rahman Sabon Nama, Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan Indonesia meminta pada DPR RI dan  aparat penegak hukum serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)turun tangan apa motif Kabulog menunjuk PERPADI memonopoli pembelian dan penjualan beras Bulog harusnya diberikan kepada semua rekanan penyalur Bulog secara adil dan merata  agar bersama segera menyidik kasus ini,akibat kesalahan Bulog uang rakyat sebesar 5,85 trilyun hilang akibat kecerobohan kebijakan Kabulog.

Dan Kadivre2 pada stres akibat Kabulog membebankan tanggung jawab pada Kadivre DKI Jakarta,Jateng,Jabar,Jatim dan Sulawesi Selatan.
Beras yang dibeli dengan kualitas rendah sehingga baru dua bulan disimpan kondisinya sudah kuning/rusak.
Oleh karena itu saya peringatkan kepada Bulog jangan sampe beras yang tidak laku dijual ini dipaksakan Bulog melalui kebijakan buruk dengan memaksa  penyalur Bulog membeli rugi dengan sistim kawin  beras impor yang baru masuk melalui Operasi Pasar.

Terkait dengan semakin tidak terkendali dengan carut marut masalah pangan ini sudah mendesak saatnya agar Presiden Joko Widodo segera membentuk lembaga baru Bulog di gabung dengan Menteri Negara Urusan Pangan atau Lembaga dibawah presiden yaitu Kepala Staf Khusus Presiden Bidang Pengendaian Pangan Nasional (BP2N).” Ujar Rahman Sabon Nama Platmerah  Jakarta ,18/11-2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here