Rusuh di Tolikara, ‘Semua Korban adalah Jemaat GIDI’

0
16

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTAKetua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Ronny Mandang, menjelaskan bahwa semua warga Tolikara yang jadi korban dalam kerusuhan di Tolikara, Jumat 17 Juli 2015 adalah warga jemaat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI). Menurut Ronny, mereka tertembak saat mendekati lokasi salat Ied untuk berkoordinasi dengan warga muslim di lapangan Koramil Tolikara.

“Jadi yang ditembak lebih dulu itu warga jemaat gereja,” kata Ronny usai konferensi pers terkait kerusuhan di Tolikara, Sabtu, 18 Juli 2015.

Namun, Ronny mengaku belum mendapat laporan soal siapa pelaku penembakan. Dia menduga ada aparat yang memprovokasi kejadian tersebut. Alasannya, selama ini warga Tolikara hidup berdampingan dengan rukun, terutama soal agama. “Bentrok itu muncul bukan karena tak ada toleransi, tapi karena ada tembakan,” kata dia.

Kerusuhan pecah di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua, tepat pada perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah, Jumat, 17 Juli 2015. Sekelompok warga Tolikara membakar kios, rumah, dan musala Baitul Mutaqin yang terletak di dekat tempat penyelenggaraan Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Injili Pemuda.

Para pelaku pembakaran sempat melempari musala dengan batu sambil melarang pelaksanaan salat Idul Fitri. Saat kebakaran meluas, warga muslim Tolikara langsung membubarkan diri. Salat terpaksa dibatalkan. Enam rumah, sebelas kios, dan satu musala ludes terbakar. Sebanyak 11 warga terluka dan 1 anak tewas.

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here