RIZAL RAMLI DAN KEMARITIMAN,” HARAPAN JOKOWI DAN RAKYAT KEBANGKITAN PELEMAHAN EKONOMI INDONESIA”

0
49

Beritaplatmerah.com-jakarta-Presiden Joko Widodo membuktikan pernyataannya 2015.Sebelumnya 4 Agustus 2015 pengamat ekonomi dan politik DR.Rahman Sabon Nama  mengatakan kepada Platmerah bahwa untuk mengatasi  krisis ekonomi Presiden Jokowi harus segera lakukan reshuffle kabinet,dan terbukti hari ini Rabu 12 Agustus 2015 presiden Jokowi   mengganti enam Menteri Kabinetnya,dengan menempatkan Dr.Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman. Baca: Rahman sabon: Atasi  Krisis Ekonomi,”Presiden Segera Lakukan Resuffle Kabinet”

Menko Kemaritiman membawahi Kementrian ESDM,Kelautan dan Perikanan , Kementrian Pariwisata  dan Perhubungan.Suatu harapan dan tantangan buat Rizal Ramli bahwa Presiden Jokowi tidak keliru menjadikannya sebagai bemper untuk menjadikan sektor kemaritiman sebagai andalan primadona kebangkitan pelemahan ekonomi Indonesia.Rahman Sabon yang juga salah seorang pengurus KADIN Indonesia Menyatakan keyakinannya,bahwa Rizal Ramli yang dia kenal akan mampu menggerakan ekonomi dengan peningkatan devisa dari sektor Migas dan Non Migas dari sektor perhubungan ,kelautan dan perikanan.

Rahman menambahkan Perlu segera dilakukan regulasi kebijakan terkait dengan menurunnya harga minyak dunia, dan semakin men

urunnya daya beli rakyat dan  bertambahnya pengangguran  akibat PHK dari bangkrutnya bebarapa industri ,maka rencana
penghapusan BBM P

remium dan diganti dgn Pertalite yang jauh lebih mahal dari jenis premium perlu dipertimb

angkan oleh pemerintah untuk dikaji kembali  kejelasan penetapan besarnya angka subsidi energi oleh pemerintah,yang banyak dipertanyakan berbagai kalangan dimana subsidi BBM dalam tahun 2015 mencapai Rp.137,8  trilyun,merupakan pengeluaran terbesar APBN 2015.(Subsidi BBM Rp.64,7 trilyun dan subsidi listrik 73,1trilyun)

bensin

.

Terlepas dari pertimbangan diberikan subsidi tersebut dan telah dipatok besarnya subsidi BBM ,perlu dikaji oleh Menko K

emaritiman  tentang kejelasan perhitungan penetapan besarnya angka subsidi apakah memang benar perhitungan subsidi ini? agar kebijakan ekonomi   degan dalih subsidi energi yang  dilakukan oleh pemerintah  ini transparan kepada rakyat  dan uangnya tidak disalahgunakan, maka sebaiknya perlu dilakukan kembali audit independen yang kredibel dan transparan atas hitungan subsidi ini.

Oleh karena menur

ut hitungan ekonom  senior, Kwik Kian Gie, tgl.23/7-2015 tentang harga  pokok bensin.Kwik selalu menekank

an agar pemerintah mengkaji dan menghitung harga pokok bensin yang pasti,shingga harga bensin di Indonesia tidak turun meski harga minyak dunia sudah turun. “

Seandainya  pe

merintah membiarkan semua minyak mentah yang disedot setiap harinya dari perut bumi Indonesia itu dicuri atau dikorup, maka untuk mengadakan bensin premium, pemerintah harus mengimpor minyak mentah dari pasar internasional yang kemudian di kilang menjadi bensin premium dan didistribusikan ke pompa-pompa bensin,” tulis Kwik.
[7:40 PM 12/08

/2015] RAHMAN SABON NAMA:

Pertanyaannya berapa uang yang dikeluarkan untuk mengadakan satu liter bensin premium, kalau nilai tukar rupiah kita anggap US$ 1 = Rp. 13.400? “ tergantung berapa harga minyak mentahnya,” anggap saja harga(CIF) Indonesia sebesar US$ 60 per barel, meski harga minyak mentah pada 21 Juli 2015 adalah US$ 50,15 per barel kalkulasinya buat satu liter premium dengan hitungan biaya tunai yang  dikeluarkan untuk 1 liter minyak mentah per liter sebesar (60:159) x Rp 13.400 = Rp. 5.056,60. Biaya mengilang dan transportasi  bensin kita ambil US$ 10 per barel. Maka per liternya menjadi (10:159) x R

p 13.400 = Rp 842,77,maka jumlah uang tunai yang harus dikeluarkan untuk mengadakan 1 liter bensin premium yang sudah sampai ke pom  bensin per liternya menjadi Rp 5.056,60 + Rp 842,77 = Rp. 5.899,37, kita bulatkan ke atas menjadi Rp 5.900.Menurut Kwik, dijual dengan harga saat ini Rp 7.300. Untungnya Rp 7.300-Rp 5.900 = Rp 1.400/ liternya.Jika konsumsi kita ambil 60 juta kiloliter per tahun,maka  untun per tahunnya adalah 60.000.000.000 x Rp 1.400 = Rp 84 triliun/tahun.Apa artinya? Artinya, pemerintah yang katanya prorakyat mengambil untung dari bensin premium sebesar Rp 84 triliun per tahun dari rakyatnya yang daya belinya sudah demikian lemah.

Ini dengan asumsi bahwa minyak mentah bagian rakyat Indonesia yang setiap harinya disedot dari perut bumi Indonesia dicuri atau dikorup semuanya. Nah, apakah kalkulasi yang seperti ini benar?menurutnya  belum tentu.
[7:40 PM 12/08/2015] R

AHMAN SABON NAMA: Maka ini menjadi ujian dan catatan Menko Rizal Ramli untuk menjawabnya dengan kalkulasi yang lengkap dan benar. Kalau memang benar hitungannya Kwik ,maka pemerintah sebaiknya mempertimbangkan untuk segera menurunkan harga  BBM , sedangkan harga subsidi pemerintah dijual dengan harga Rp.7300,pemerintah  sudah untung Rp.84 trilyun dan subsidi BBM dlm APBN 2015 sebesar Rp.64,7 trilyun,dengan demikian seharusnya  pemasukan pemerintah dari rakyat surplus sebesar  Rp.20 trilyun ? dan mana yang disubsidi oleh pemerintah ?
Editor:Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here