Rismaharini Dapat Perlakuan Khusus Dari Megawati Menuju Pilkada 2015

0
16

Sabtu, 9 Mei 2015, 17:34 WIB

tris

Beritaplatmerah.com-surabaya-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sepertinya mendapat jalan mulus menuju Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur. Sebab, dia telah mendapat perlakuan khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Beberapa calon kepala daerah incumbent yang akan diusung PDIP pada Pilkada 2015 ini memang tak perlu melakukan uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan di tingkat DPC, DPD, dan DPP.

Selain Risma, ada empat kepala daerah lainnya yang mendapat perlakuan khusus. Mereka adalah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Samanhudi Anwar (Wali Kota Blitar), Budi Sulistyono (Bupati Ngawi), dan Haryanti (Bupati Kediri).

“Partai memutuskan secara khusus untuk kepala daerah incumbent yang berprestasi dari PDIP untuk langsung menghadap dengan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Saya sudah menghubungi mereka untuk tidak usah datang pada acara di sini,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristanto usai membuka acara uji kelayakan dan kepatutan bacalon kepala daerah di kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Sabtu 9 Mei 2015 .

Menurut Hasto, keputusan memberikan perlakuan khusus itu tertuang dalam surat keputusan (SK) nomor 301 a, yang isinya, penjaringan kepala daerah bagi mereka yang incumbent untuk menjabat kembali.

Dia mencontohkan, Risma mendapat perlakuan khusus karena selama ini dianggap sebagai wali kota Surabaya yang berprestasi dari PDIP. Selain itu, Risma sudah cukup mampu mereprensentasikan kinerja pemimpin yang senapas dengan PDIP selama satu periode.

“Secara keseluruhan dari aspek kepemimpinan dinilai mampu menjabarkan dasa prasetya. Maka dari itu, partai memutuskan untuk dua periode. Karena tidak mungkin bisa menuntaskan pembangunan dengan satu periode,” ungkap Hasto.

Hasto mengatakan, dalam pertemuan dengan ketua umum tersebut, nantinya akan dibahas terkait kebijakan yang dilakukan pemimpin daerah sesuai harapan rakyat agar lebih baik.

“Ada hal-hal yang akan dibicarakan khusus terkait kebijakan ke depan,” katanya.

Ditanya apakah tidak mendegradasi calon-calon lain yang ikut penjaringan melalui jalur normal, Hasto berkilah bahwa hal itu tidak akan menafikan yang ikut penjaringan jalur normal. Sebab, jika ada calon lain di daerah incumbent tersebut yang ikut penjaringan, bisa diposisikan sebagai wakil. Tentunya, dengan pertimbangan peta politik yang berkembang.

“Ada jabatan-jabatn strategis juga. Jadi belum ada keputusan final. Hanya saja secara konsep yang incumbent mendapat perlakuan khusus. Yang lain juga mendapat hak yang sama, hanya saja mereka akan memahami peta politik. Jadi ini bukan soal menghargai atau tidak,” katanya.

Hasto menjelaskan, yang menjadi ukuran incumbent akan mendapat tiket khusus ini adalah penilaian rakyat di daerah masing-masing. Partai, menurut Hasto akan mengacu apresiasi rakyat kepada kepala daerah incumbent tersebut.

“Peluangnya itu rakyat, ketika rakyat sudah memberikan apresiasi positif maka partai akan mengamini. Partai tidak akan jauh dengan aspirasi rakyat,” ujar Hasto.

Diketahui, PDIP telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan calon kepala daerah se-Jawa Timur di kantor DPD PDIP Jawa Timur. Seleksi ini sudah dilakukan sejak 3 Mei 2015.

Calon-calon yang diseleksi adalah usulan dari DPC dan DPD. Ada sekita 60 lebih yang masuk ikut penjaringan. Namun, pihak DPP memberikan perlakuan khusus bagi 5 calon kepala daerah incumbent untuk langsung melakukan fit and proper test di depan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here