IMG-20171009-WA0023

Ribuan Massa Minta Kejari Pacitan Bebaskan Kepala Desa Gendaran

BERITAPLATMERAH, PACITAN – Massa yang mengatasnamakan ‘Masyarakat Pacitan’ menggelar aksi damai Di Depan Pengadilan Negri Pacitan dan Di depan Kantor Kejaksaan Negri Pacitan, Massa meminta penangguhan penahanan terhadap Sri Winarti, tersangka kasus korupsi dana hibah APBD Tahun 2013 yang dipakai untuk membangun Gedung Serba Guna Di Desa Gendaran Kecamatan Donorojo, Senin (9/10)

Sekitar Dua Ribu massa yang datang mengunakan puluhan Truk dan kendaraan roda empat serta roda dua, Mereka membawa beberapa spanduk yang bertuliskan “Dimanapun ada pemerasan di Pacitan kami pasti hadir bersama rakyat”, “Awas pemerasan”, “Tobat Mbah LPK Bubarrrrr”, “LPK harus bubar karena sebagi alat pemeras”, “Gek tobato Mbah ojo golek – golek wae” dan “Rakyatku Kabupaten Pacitan harus bebas dari pemerasan dan intimidasi.”,uang di pasang di masing-masing kendaraan.

Koordinator aksi Mardiyanto dalam orasinya menyampaikan bahwa dirinya meminta keadilan atas penahanan Kepala Desa Gendaran yang tak lain adalah Sri Winarti  yang dipanggil dan diperiksa sebagai saksi namun oleh pengadilan langsung ditetapkan sebagai terdakwa.

”Sehingga hal ini tidak dibenarkan dan dapat membahayakan NKRI,”kata pria yang juga suami dari Sri Winarti tersebut.

Mardiyanto yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Pacitan (PDIP) ini juga meminta penangguhan penahanan  Sri Winarti atas dugaan tindak pidanan korupsi dana hibah APBD Tahun 2013 yang dipakai untuk membangun Gedung serbaguna Among Warga di Desa Gendaran Kecamatan Donorojo.

Mardiyanto juga meminta jaksa mangabulkan sidang praperadilan Sri dan dibebaskan. Dia menuding jaksa tidak adil karena membawa kepala desa Gendaran yang awalnya sebagai saksi lantas statusnya menjadi tersangka.

“Di Kabupaten Pacitan orang yang menyumbang malah di tahan yang melakukan korupsi dibiarkan bebas berkeliaran, kami juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk membubarkan LPK karena lembaga tersebut tempatnya manusia pemeras,”ujar pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pacitan ini.

Selain menggelar aksi di PN Pacitan, perwakilan massa yang berjumlah 20 orang juga mengunjungi Kanto Lembaga Pencegahan Korupsi (LPK) pacitan di Jalan Basuki Rahmad, Gang III Tanjungsari Pacitan. Namun setelah sampai di Kantor LPK ternyata Kantor sudah lama tutup.

Kemudian massa bergerak ke depan Kejaksaan Negeri Pacitan untuk mengelar aksi damai dan doa bersama, Kemudian Rusli Kejari Pacitan menerima perwakilan massa untuk melakukan mediasi.

Dalam mediasi tersebut, Kuasa Hukum Sri Winarti Andi Firasadi menyatakan bahwa surat perintah penyidikan terhadap Sri Winarti dari termohon kejaksaan tidak sah, sehingga dia meminta status tersangka yang ditetapkan dan penahanan pemohon tidak sah serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

“Saudari Sri Winarti Kepala Desa Gendaran melalui  Kuasa Hukum nya memohon kepada Kejaksaan Negeri Pacitan untuk menghentikan penyidikan dan penahanan,”tukasnya.

Rusli, Kajari Pacitan mengatakan bahwa pihaknya tetap melanjutkan perkara tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Kami tetap akan melanjutkan proses perkara tersebut sesuai aturan yang berlaku,”tegasnya.

Tak puas dengan mediasi, massa tetap melakukan orasi di depan Kejari Pacitan, menurut salah satu peserta aksi Widodo. Dia mengatakan bahwa Sri Winarti tidak bersalah, karena keluarga menyumbang ratusan juta kepada negara malah ditahan hanya karena korban dari kepentingan yang lebih besar.

“Ada oknum atau kelompok yang bermain didalamnya mereka mempunyai tujuan tidak baik, Dan tujuan kami kesini adalah meminta jaksa untuk segera membebaskan Sri Winarti karena tidak bersalah dan sumbangan uang yang kami bawa ini murni dari waga Desa Gendaran untuk ganti kerugian negara yang dituduhkan kepada kepala desa kami, kami siap untuk menginap di kejaksaan sampai Sri Winarni bisa bebas dari hukum,”jelalasnya Kepada beritaplatmerah.com.

Diketahui bahwa perkara dugaan Korupsi dana pembangunan gedung serbaguna Among Warga Desa Gendaran segera disidangkan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Surabaya pada Kamis 28 September 2017 yang lalu,Dengan demikian para tersangka yaitu Mawardi, Sri Winarti dan Ilham Satria akan segera di meja hijaukan.

Sedangkan Sri Winarti sendiri sudah melakukan upaya gugatan melaui Praperadilan yang diajukan kuasa hukum Sri Winarti, Pada tanggal 28 September 2017, Gugatan praperadilan dengan nomor : 2/Pit.Pra/2017/PN Pct itu memuat beberapa poin keberatan pemohon. Di antaranya, menilai surat perintah penyidikan tindak pidana korupsi penyelewengan dana yang disangkakan ke kades Gendaran tersebut tidak sah sehingga batal demi hukum.

Dalam kegiatan Aksi Damai yang berlangsung, Ada hal Yang cukup menarik serta menyita perhatian, setelah aksi damai berakhir serta meningalkan berbagai macam sampah, Hadir tim saber “ISAKUIKI” yang sudah dipersiapkan oleh Korlap aksi bahu membahu membersihkan dan memungut sampah bekas makanan dan minuman massa peserta aksi. (tyo)