Rekor Dunia Gunakan Seragam Batik Karya Siswa Di Bandung

0
18

Bandung – Sekolah Santo Aloysius Bandung mengukir sejarah berupa pencatatan rekor dunia untuk penggunaan seragam batik hasil karya siswa dengan jumlah terbanyak. Sebanyak 2.500 siswa tingkat SD hingga SMA Santo Aloysius menjadi saksi pemberian penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Secara bangga seluruh pelajar lelaki dan perempuan memakai batik beragam motif hasil buatan sendiri saat mengikuti upacara bendera di Sekolah Santo Aloysius, Jalan Batununggal Indah II No.30, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (22/2/2016).

Usai upacara, MURI menyampaikan piagam penghargaan rekor dunia untuk kategori ‘Seragam Batik Sekolah Hasil Karya Siswa Terbanyak’ dengan nomor registrasi 7320/R.MURI/II/2016. “Rekor dunia ini sangat layak diberikan kepada Sekolah Santo Aloysius. Ada 2.500 motif batik yang dikenakan 2.500 siswa,” ucap Senior Manajer MURI J. Ngadri saat konferensi pers.

Ngadri menyebutkan, pembuatan seragam batik untuk sekolah yang melibatkan banyak siswa ini kali pertama di Indonesia, bahkan dunia. “Santo Aloysius mengukir rekor dunia. Kenapa mencatat rekor dunia? Ya karena sudah pasti enggak ada di dunia,” ujar Ngadri.

MURI mengapresiasi kegiatan melibatkan para siswa SD hingga SMA Santo Aloysius yang telah membuktikan cinta terhadap kekayaan budaya Indonesia. Dia menegaskan, batik berstatus warisan budaya dunia asal Indonesia yang ditetapkan UNESCO.

Seluruh siswa kompak menggunakan seragam batik biru berbahan kain mori Yogyakarta. Batik diciptakan mereka merupakan kombinasi batik tulis dan cap.

“Keterlibatan siswa dalam membatik ini sebagai bentuk nyata melestarikan budaya Indonesia,” ucap Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung dan Yayasan Satya Winarya, Sherly Iliana.

Sherly menjelaskan, semua siswa Sekolah Santo Aloysius mendapatkan mata pelajaran membatik. Tujuannya agar budaya nenek moyang ini terus berkembang dan sebagai sarana siswa mengembangkan karakter.

“Kami mengajak seluruh siswa mencintai batik, sehingga bangga mengenakan batik. Hasil karya batik ini nantinya akan digunakan untuk seragam sekolah beberapa tahun ke depan,” kata Sherly.

Proses pembuatan batik oleh seluruh siswa Santo Aloysius Bandung dikerjakan selama 5 bulan atau sejak Agustus hingga Desember 2015. Setiap siswa menciptakan kain batik dengan ukuran 2,5 meter (SMA), 2 meter (SMP) dan 1,5 meter (SD). Kain tersebut lalu dijahit sendiri menjadi seragam batik sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here