RAHMAN SABON NAMA: PERNYATAAN SOFIAN WANANDI,” MENCORENG CITRA WAKIL PRESIDEN NGEPRET, RAJAWALI RIZAL TERUS MEMATOK”

0
24

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Pengamat politik dan sosial ekonomi Dr.Rahman Sabon Nama, menilai Pemerintah lebih membela kepentingan  pengusaha nakal daripada  menopang perekonomian rakyat. Pengurus KADIN pusat tersebut  mngkritisi pernyaataan Ketua Tim Ahli  Wkl Presiden Sofian Wanandi  dikantor Wapres (8/9-2015),Sofian Wanandi mengatakan bahwa Menteri Kordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli tidak berhak mengubah program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt dipangkas.MenurutnyaRizal Ramli harus ditertibkan.

“Kalau saya sebagai pribadi, Presiden harus tertibkan, yang begitu-begitu tidak bisa ditoleransi karena akan bingung investor di luar,” kata Sofjan Wanandi .

Rahman Sabon Nama menambahkan, bahwa pernyataan orang dekat Wapres itu tidak bisa secara pribadi dan dapat memperburuk citra Wakil Presiden Jusuf Kalla  soal proyek listrik 35.000 MW(Megawatt).membuat hubungan Wapres JK dengan  Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli  sempat memanas ,padahal dalam situasi semakin terpuruknya nilai rupiah dari krisis ekonomi ini diperlukan kekompakan Kabinet Kerja tidak,menurut  tuidak pantas Sofian Wanandi mengeluarkan pernyataan  “baikan petir disiang bolong ,dan saya menilai seperti manusia berwatak musang berbulu domba yang berlindung dibalik lembaga formal,”Memangnya ini negara apa Negara  Banana Republik,’Ini pernyataan Sofjan Wanandi, khawatir investor akan bingung melihat siapa sebenarnya yang bertanggungjawab terhadap proyek tersebut.

Investor tentunya juga akan kebingungan melihat kebijakan Presiden Joko Widodo itu, dengan mudahnya diintervensi oleh Rizal Ramli,mana yang dipegang, Menkonya atau Presidennya, rusak semua  tidak bisa bicara seenaknya, ujarnya. (Tribun.com 12/9-2o15 .

Patut dipertanyakan apa urusannya Sofyan Wanandi dengan proyek PLN ?,atas pernyataannya yang mengatakan merugikan citra Wapres Jusuf Kalla.  Menko Rizal Ramli dengan  jurus Kepret Rajawali terus mengepak sayapnya dengan keputusannya sungguh berbeda soal pengurangan kapasitas 35.000 MW menjadi 16.000 MW oleh Rizal Ramli,karena  program 35 ribu megawatt tidak memungkinkan direalisasikan karena menurut hitungannya untuk kelebihan daya itu PLN harus membayar 1o Milyar Dolar AS setiap tahun masuk kekantong pengusaha”Tutur Rahman

Sebelumnya,Rizal Ramli menyebut yang paling dibutuhkan Indonesia adalah diversifikasi sumber energi dan merevisi untuk pemangkasan jumlah menjadi 16.ooo MW. Dan juga perlu dilakukan perbaikan terkait ada potongan
administrasi berkali-kali kepada Pelanggan Pulsa Listrik agar rakyat tidak dirugikan seharusnya didukung oleh pemerintah/presiden Jokowi dan  patut diduga Sofyan punya kepentingan dagangkah  dibalik 35.000 MW  itu ?
Dan  publik berharap pemerintah jangan sering  Timbulkan Kegaduhan Baru yang tidak perlu,”tutup Sabon Nama kepada Plat Merah di Jakarta

Editor:Agus Nainggolan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here