Rahman Sabon Nama: Lindungi Petani Cabe Dan Bawang, Dibutuhkan Regulasi Yang Tepat

0
9

Beritaplatmerah.com-Jakarta,Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan dan Holtikultura Indonesia DR.Rahman Sabon Nama  mengatakan bahwa,pemerintah perlu segera nengeluarkan Kebijakan Harga Patokan Pemerintah (HPP)untuk komoditi cabe merah  dan bawang,hal tersebut diperlukan untuk melindungi petani dari keterpurukan harga ketika panen raya, karena saat ini baru berlaku untuk Gabah/beras dan Gula tebu.

Petani cabe di Jawa Timur,Jawa Tengah dan Tasik Malaya Jabar  marah membuang hasil panennya karena harga cabe merah dan bawang merosot tajam membuat kehidupan petani semakin terpuruk ,disamping tidak terkadalinya harga cabe dan bawang di pasaran,juga pengawasan lemah,diamana  komoditi pangan  impor ilegal membanjiri pasar dalam negeri.

“Rahman mengatakan, petani cabe dan bawang semakin terpuruk mengalami kerugian besar karena harga cabe disentra produksi Jateng dan Jabar Tasik Malaya  anjlok dengan harga Rp.6ooo/Kg dari harga normal Rp.2o.ooo/Kg.  dan juga harga bawang merosot tajam disaat petani cabe dan bawang sedang panen.

Terkait bawang merah dan cabe impor,petani Jawa Barat  berharap agar Presiden Joko Widodo  dapat mewujudkan  komitmen  melalui janji kampenya bersama petani Jawa Barat di Gor Tegalega Bandung (3/7-2014).

Jokowi pernah  berjanji  dengan  Petani melalui  keinginannya  Indonesia tentang kemandirian dan swasembada pangan. Agar kehidupan petani tidak semakin termarjinalkan, maka Rahman Sabon Nama berharap kepada pemerintah dapat segera memberlakukan Harga Patokan Pemerintah (HPP) untuk Cabe merah dan bawang dengan pertimbangan  bahwa:

1). Bulan Juli-Okt.  para petani di berbagai daerah sentra produksi bawang merah dan cabe merah seperti di Manggarai NTT, NTB, Nganjuk Jatim, Demak Jateng , Brebes dan Jabar akan memasuki masa panen raya.
2).Saat ini cabe merah dan bawang merah akan melimpah dikwatirkan petani semakin terpuruk dan rugi besar, pengawasan lemah untuk pangan impor , maka Ketua Umum AP2TPHI  yang juga pengamat politik dan ekonomi itu  berharap pemerintah komitmen melindungi petani produsen.
3).Perkiraan kami minggu  depan, para petani cabe di berbagai daerah akan segera melakukan panen cabe dan bawang,  bahkan panen akan terus berlangsung hingga akhir tahun mendatang.
4). Diperkirakan panen petani bawang merah  diprediksi sebesar  90.000-95.000 ton. Sedangkan kebutuhan nasional sebesar  75.000-80.000 ton,surplus produksi mencapai 20.000 ton.
5). Panen raya tahun ini dari bulan Juli-hingga Nopember diperkirakan sangat banyak,utk itu kami bermohon agar pemerintah berpihak pada rakyat kecil, kasihan  petani kehidupannya semakin gurem.
6).Agar program  Nawacita dapat terlaksana,maka  adiperlukan lembaga Pangan dan diharapkan melalui reshuffle gelombang kedua Nopember 2o15 ini, lahir Kementrian Pangan dan Bulog atau Lembaga Pangan dibawah Staf Khusus Presiden Bidang Pengendalian Pangan Nasional (BP2N) untuk memantapkan ketahanan pangan nasional.

Kami mendorong agar perlu segera ada kebijakan Harga Patokan Pemerintah untuk komoditi selain Gabah/ beras dan gula tebu juga termasuk cabe merah dan bawang merah,dan Bulog dapat berperan menyerap cabe dan bawang petani sehingga petani dapat memperoleh harga  yang wajar/ pantas dapat menikmati hasil panennya dan agar kesejahteraan petani tidak hanya slogan tapi harus diwujudkan oleh pemerintah,”Tutur Rahman Sabon kepada Platmerah.

Editor:Agus nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here