RAHMAN SABON NAMA: KRISIS EKONOMI MENJALAR KE KRISIS BERAS JADI KENYATAAN

0
28

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Analisa saya bulan May 2015 yang lalu bahwa krisis ekonomi saat ini akan membawa Indonesia ke krisis beras,karena pengaruh Elnino dan diikuti dengan Lanina yang akan berpengaruh tajam pada merosotnya produksi beras dalam negeri, tetapi ketika itu Menteri Pertanian Amran menyatakan dan menjamin pada presiden Joko Widodo bahwa produksi beras melimpah mencapai 70 juta ton tidak perlu kita import katanya dengan angkuh.

Saya ketawa mendengarnya karena Amran lagi bermimpi berlimpah panen, namun berbanding terbalik dengan keadaan dilapangan. Sementara penyerapan pembelian Bulog  setara beras  hanya mencapai 500 ribu ton per 7 May 2015 sedangkan dibulan yang  sama tahun 2014 di era pemerintahan SBY penyerapan pembelian Bulog setara beras mencapai satu  juta ton dari target 2,7 juta ton , itupun tidak  tercapai sehingga pemerintahan SBY harus mengimpor  beras 2,5-3 juta ton.

Hari ini (21/9-2015)  Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan di kediamannya setelah pertemuannya dgn Kementrian terkait dibidang  pangan bahwa  Pemerintah berencana membuka keran impor untuk beras, dikarenakan kekeringan yang melanda berbagai daerah dan membuat produksi beras tidak mencukupi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Rahman Sabon Nama yang juga pengurus Kadin Indonesia dari hasil pantuan yang dilakukan  oleh Asosiasi yang di pimpinnya yaitu Asosiasi Pedagang dan Petani  Tanaman Pangan  dan Holtikultura Indonesia dibeberapa daerah sentra beras yaitu di Jawa dan Sulawesi Selatan ditemukan tidak sebagaimana kenyataan dan pernyataan Menteri Amran dan BPS, yang terjadi malah sebaliknya merosot 2-3,3 persen sehingga menurut analisa saya Indonesia akan mengalami krisis ekonomi menjalar ke krisis beras dan kekurangan beras terpaksa  pemerintah harus mengimpor dengan jumlah yang  cukup besar bisa nencapai 25 -30 % dari total beras yang diperdagangkan dipasaran dunia untuk tahun 2015 ini ,diperkirakan bisa impor beras mencapai 3,5 juta -4,7 juta ton.

Indonesia sebagai big country apabila masuk dalam pasar beras Internasional,maka harga beras dipastikan akan naik tajam sehingga akan berdampak pada negara negara miskin yang net impor beras.Harus menjadi perhatian pemerintah bahwa dari krisis ini pengangguran dan kemiskinan akan meluas dengan kekurangan pangan saat ini  terjadi di NTT,Maluku dan Papua.

Apabila presiden Jokowi lengah maka pemerintahannya menjadi  taruhan kemarahan rakyat karena  komoditas beras menjadi komoditi yang strategis tidak hanya pada ketahanan pangan nasional tapi juga pada GDP pertanian,tenaga kerja dan inflasi tetapi juga terkait dengan politik dan keamanan serta keresahan sosial masyarakat.”tungkas Rahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here