RAHMAN SABON NAMA: DIRUT BULOG KEBELINGER ,TUGAS BULOG BUKAN MEMBANGUN SAWAH, “STOK PANGAN TERANCAM RAWAN”

0
17

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti sepertinya tidak pahan fungsi Lembaga Bulog yang dipimpinnya,dalam pernyataannya Rakyat Merdeka (18/9-2O15)Bulog butuh modal Rp.3,4 trilyun  akan mengubah proses bisnis Bulog melalui bisnis on farm.

Alasannya karena Bulog semakin kesulitan mengandalkan serapan gabah dan beras dari petani,karena harga gabah/beras petani selalu diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ujar Djarot Dirut Bulog .

Menanggapi pernyataan itu, Rahman Sabon Nama Ketua Umum Pedagang dan Petani Tanaman Pangan dan Holtikultura Indonesia merasa geli dan prihatin atas ketidakmampuan penerintah/Bulog dalam pembela petani dan konsumen yaitu rakyat Indonesia.

Tidak patut Bulog menggunakan tangan PPL dan aparat keamanan memaksa petani menjual panennya dengan harga murah hanya untuk mengejar target stok 4,7 juta ton dan ini tidak bileh terjadi lagi karena akan merusak citra pemerintah sendiri.

Bulog pada prinsipnya didirikan untuk menguntungkan produsen,sekaligus tidak merugikan konsumen sedangkan secara makro kehadiran Bulog menciptakan kesejahteraan petani produsen dan melindungi konsumen yaitu rakyat Indonesia secara ekonomi sekaligus menciptakan stabilitas politik dan keamanan tutur Sabon Nama kepada Redaksi.
Sejak Indonesia Merdeka 1945 Yayasan Bahan Makanan (BAMA)dan sekarang menjadi Bulog adalah utk melaksanakan pengadaan pangan dalam negeri dan untuk mengendalikan harga,menjaga ketersediaan,keamanan dan pembinaan mutu bahan pokok pangan baik secara langsung maupun tidak langsung.Untuk itu saran saya kepada pemerintah/Bulog jangan menghamburkan uang rakyat 3,4 trilyun dengan proyek membangun sawah oleh Bulog.

Untuk memenuhi stok beras 4,7 juta ton, Bulog dapat membeli gabah GKG/GKP (Gabah Kering Panen)dan beras petani cukup melalui penyesuaian RAFAKSI harga yaitu pembelian  dengan kualitas apa adanya dan kemudian Bulog memperbaiki kualitas sesuai standar Kepres,tetapi Bulog harus transparan.

Seharusnya pemerintah hadir ketika petani dirugikan dan terpuruk, bukan sebaliknya seperti sekarang. Untuk menunjang tercapainya program swasembada pangan
Pemerintah/presiden,dgn kondisi perekonomian semakin sulit sekarang diperlukan  kecermatan dan kecepatan kebijakan presiden untuk segera mensyahkan  lembaga pangan dibawah pengawasan langsung presiden,lembaga ini memiliki peran sentral dalam mengelola pangan secara nasional,”tutur Sabon Nama kepada Platmerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here