RAHMAN SABON NAMA: “BULOG PAKSA PETANI MENJUAL MURAH HASIL PANENNYA” ,IRONIS,SIAPAKAH IMPORTIR GANDUM TARIF NOL PERSEN?

0
14

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Pengamat sosial ekonomi DR.Rahman sabon Nama mengtakan, sudah saatnya presiden Jokowi segera melakukan pembenahan kelembagaan pangan.Hal  tersebut sudah sangat mendesak agar kebijakan pangan dapat menunjang  kemajuan pertanian,swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Lembaga pangan pemerintah seperti Bulog, kehadirannya untuk melidungi dan menciptakan kesejahteraan  petani dan sekaligus melindungi konsumen secara ekonomi.Inilah seharusnya  peranan Bulog untuk dapat mengendalikan pangan bagi kepentingan dua  belah pihak.”tutur Rahman kepada Platmerah 14/9/2015

“Kata Rahman,ironis sekali ditengah rakyat dirundung kesulitan harga kebutuhan pokok pangan  mahal,  Bulog dengan Opsus PPL dan aparat keamanan memaksa petani menjual gabah hasil panen,pada Musim Panen Gadu (MPG)mengambil porsi 3o % dari sisa hasil Musim Panen Raya mencapsi 55,5% dari 11,,2 juta areal panen total rata2 bulan Pebruari-May 215.

Harga pembelian Bulog Rp.46oo/kg.sedangkan tengkulak  membeli dengan harga Rp.55oo  /kg, harusnya pembelian Bulog dengan harga yg lebih tinggi menjelang Musim Paceklik September/Oktober.

Tujuan pangadaan dalam negeri dengan ditetapkan harga dasar untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani ,pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik.Namun dengan kebijakan  memaksa petani bersama aparat keamanan ini kita jadi prihatin, disesalkan oleh Dr.Rahman Sabon Nama,Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Petani Produsen Tanaman Pangan dan Holtikultura Indonesia,

“Tambah Rahman,walaupun  pemerintah menetapkan kebijakan melalui harga dasar gabah/beras dgn Harga Patokan Pemerintah (HPP)baik untuk Gabah Kering Giling GKG /Gabah Kering Panen GKP maupun beras, semestinya KABULOG/Dirut Bulog harus berani merevisi Perpres ttg HPP, agar harga dapat direkonstruksi sehingga  Bulog bisa beli dgn harga yang bersaing,tidak seperti sekarang merugikan petani,

“Kata Rahman,harusnya Bulog kerja lebih baik tidak biasa biasa saja,padahal sudah diberikan  diberikan tambahan anggaran enam trilyun rupiah,tapi tidak menolong petani, malah menimbulkan umpatan  keresahan dan kesengsaraan  petani yang dapat menimbulkan  instabiitas politik dan keamanan nasional.

Dimasa Orde Baru  dari tahun 1973 pemerinta  menempatkan KUD sebagai ujung tombak pengadaan beras dan gabah ,ketika itu  kehidupan petani lebih baik dan konsumen tidak dirugikan.

Pokok masalah Petani saat ini kekeringan tersebar di areal 500.000 Ha, kalau 1 HA lahan  3 org petani /keluarga 5 org  berarti sekitar 7,5 juta orang, masyarakat petani dimiskinkan tersebar disentra kecamatan di Indonesia akibat dari kebijakan ini.

Sedangkan disisi lain pemerintah membiarkan dan menganak emaskan importir gandum tujuh juta ton/pertahun. (bahan baku pembuat tepung terigu )dengan bebas tarif bea masuk,kuantitinya luarbiasa tujuh juta ton pertahun,dengan demikian devisa negara terkuras  dan rupiah pasti semakin terpuruk, “Siapakah Importirnya?

Rahman Sabon Nama meminta kepada presiden Joko Widodo, agar segera membenahi masalah ini dan  berharap agar tidak dimonopoli segelitir orang.

Salah satu solusi yang ditawarkan Rahman Sabon Nama untuk mengatasi krisis saat ini adalah, “memacu pertumbuhan ekonomi melalui pangan,dan menyarankan  “agar Presiden Joko Widodo bisa segera membentuk sebuah lembaga  khusus yang langsung di bawah Presiden, yang fungsi utamanya adalah mengontrol secara seksama, mengendalikan, dan mengatasi pelbagai aspek permasalahan pangan nasional .

Lembaga ini sangat urgen dan penting utk  mengharmonisasi seluruh lembaga terkait dan Bulog pengendali dan penyangga stok nasional untuk melindungi pangan rakyat dari ancaman krisis global.”Tungkasnya.

Editor:Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here