PTBA Bersama Forum Pemuda Tanjung Enim Gelar Rapat Bersama

0
4

Muara Enim (Sumsel) | Beritaplatmerah.com – Untuk menyonsong dan mengisi Tanjung Enim Kota Wisata yang sudah di canangkan ‎dan ditandatangani sejak 28 Agustus 2016 lalu oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, bersama DPRD Kabupaten Muara Enim, dan ANTERA (Anak Tanjung Enim Rantau), serta managemen PT Bukit Asam Tbk, dalam waktu dekat akan digelar “Bukit Asam Enim Culture 2018”, sekaligus Pemecahan Rekor Muri “Pais Tempoyak Ikan Patin” Terberat 1000 kg.

Hal itu mengemuka saat ‎pertemuan rapat bersama antara Senior Manager (SM) Corporat Sosial Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk, Kanti Miarso bersama Team Pesona Enim dan perwakilan beberapa Forum Pemuda Tanjung Enim, dalam membahas “Bukit Asam Enim Culture Festival 2018″, di Griya Sentesa Hotel Muara Enim, akhir pekan kemarin, Sabtu (17/3/2018).

Hadir di pertemuan rapat tersebut, perwakilan Forum Pemuda dan LSM diantaranya, Ricky Setiawan dan Apent Bangun dari Forum Pemuda Desa Lingga, Indra Gunawan, Forum Bara Muda Tanjung Enim, Soehendra dari Forum Felita, Meydian Andes dari Forum Pemuda Lingga Satu, Arely Sumantri dari Pemuda Keban Agung, Wendi dari Forum Aska Agung, dan Ali Munsir dari LSM Pandan Wangi, serta Hendro Aldo Irawan dari Komunitas Jurnalis Enim Membangun.

Amin, selaku Ketua Team Pesona Enim saat membuka rapat pertemuan mengatakan, bahwa keinginan tersebut berawal dari masukan dari berbagai pihak yang ingin membuat terobosan yang kreatif, untuk mengangkat nama Tanjung Enim khususnya dan kabupaten Muara Enim pada umumnya, terlebih saat ini dalam menyongsong Tanjung Enim Kota Wisata.

” Ya ada masukan teman-teman kepada kita, kayaknya Muara Enim kelihatannya sepi kegiatan, dan  alhamdulillah dari pihak PTBA sangat antusias menyambut rencana kegiatan tersebut,  bagaimana Muara Enim, Tanjung Enim dan sekitarnya, punya sesuatu yang bisa diangkat, apalagi PTBA sudah mempunyai program untuk menjadikan Kota Tanjung Enim menjadi daerah tujuan wisata,” ucapnya.

“Sebenernya kita malu pak, karena kabupaten tetangga seperti Lahat, itu mereka sudah berusaha melakukan bagaimana daerahnya tersebut dapat diangkat pariwisatanya,” tambah Amin.

Dijelaskan Amin, Pesona Enim sendiri berdiri pada 27 Januari 2016. Adapun yang tergabung dalam Pesona Enim itu kata Amin ada beberapa Komunitas, tapi pihaknya lebih terfokus ke sektor pariwisatanya yang perlu di angkat. Pesona Enim sendiri diterangkan Amin, sejak berdiri sudah menggelar event pertamanya dalam tajuk “Rembuk Kopi” yang telah digelar pada 28 Februari 2018 yang lalu, di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, dengan menghadirkan  beberapa tokoh dan media untuk mengexplore suatu produk yang ada di kabupaten Muara Enim, terutama Kopi Semendo.

“Jadi kita berusaha menggaet pemerintah daerah dan komunitas, dan alhamdulillah sukses penyelenggaraannya. Kita punya visi dan misi bagaimana potensi wisata Muara Enim bisa terangkat. Dan cara kami mengenalkan dan mempromosikan wisata Muara Enim ini dengan cara nge-Trip ke suatu desa, dan bila mana di suatu desa tersebut ada potensi-potensi wisatanya,” ujarnya.

Usai rapat, foto bersama SM CSR PTBA Tbk, Kanti Miarso bersama Team Pesona Enim dan perwakilan Forum Pemuda Tanjung Enim

Diakui Amin, sebenarnya Kabupaten Muara Enim kaya akan potensi alamnya, dan bisa disamakan seperti wilayah kabupaten Lahat,  Pagar Alam dan Baturaja.

“Nah, di Tiem Pesona Enim ini dibawahnya ada anak-anak Komunitas yang mengexsplore wisata tersebut dan melakukan komunikasi dengan warga di sekitar desa. Lalu selanjutnya potensi wisata di situ, kita kenalkan melalui media, baik itu di share atau di viralkan di Facebook dan di Instagram, jadi kita lebih kuat bermainnya disitu,” tutupnya.

Ditambahkan Bang Bara, tokoh Wisata Muara Enim selaku pembina Pesona Enim, bahwa Team Pesona Enim ini mengembangkan potensi pariwisata yang ada di kabupaten Muara Enim, dengan cara dikenalkan melalui media sosial Instagram.

“Karena di zaman sekarang ini tidak lepas dari yang namanya smartphone atau hp,” katanya.

Dikatakannya lagi, kasus-kasus viral yang ada selama ini di Facebook atau instagram, itu terkenalnya gara-gara adanya peran media sosial, baik yang sifatnya positif maupun negatif.

Sementara itu, ‎Senior Manager CSR PTBA, Kanti Miarso mewakili managemen PTBA menyambut baik adanya gagasan dan keinginan anak-anak muda yang ingin mengangkat potensi yang ada di Tanjung Enim, khususnya dalam hal wisata dan kulinernya.

” Tentu ini adalah ide yang positif, dan secara tidak langsung ikut mempromosikan program kita, yakni dalam menyonsong Tanjung Enim Kota Wisata, dan menyambut Satu Abad (100) Tahun Penambangan Batubara di Tanjung Enim. Selagi itu program yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat, kita CSR PTBA siap membantu dan mensuport,” kata Kanti di hadapan peserta rapat yang hadir.

Sedangkan dari perwakilan Forum Pemuda Tanjung Enim, Andes, Ali Munsir dan Indra Gunawan, menyambut baik apa yang dilakukan managemen PTBA dalam setiap programnya, dalam membangun dan menyonsong Tanjung Enim Kota wisata.

“Setelah kami menyimak dari paparan yang ada, baik dari Team Pesona Enim, dan dan pihak PTBA, Kami sepakat apapun program yang ada demi untuk memajukan Tanjung Enim menjadi kota Wisata, agar Tanjung Enim kedepan menjadi lebih baik, dan bukan menjadi kota mati atau kota debu. Tentu hal apapun kami tetap di libatkan, agar kami bisa mengetahui program yang ada,”ujar ketiganya kompak, dan disambut dukungan dari yang lainnya. (Aldo Dj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here