“PRESIDEN JANGAN DIJEBAK DENGAN KEPENTINGAN BISNIS TERSELUBUNG MELALUI PERPRES KERETA CEPAT JAKARTA- BANDUNG”

0
35

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Pengamat Politik dan Ekonomi dan Vice Presiden Director Tamasco (S)Pte.Ltd Singapore  Rahman Sabon Nama mengingatkan pada Presiden Joko Widodo untuk berhati hati agar tidak melanggar konstitusi terkait penerbitan Perpres KA Cepat Jakarta-Bandung.

Publik menyadari bahwa tujuan pemerintah adalah baik untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur,sehingga dapat segera terlaksana dan dirasakan manfaatnya baik sosial dan ekonomi oleh rakyat Indonesia,sehingga perlu dibangun kereta cepat ini sesuai dengan Program MP3EI yang ditetapkan pemerintahan SBY mandek dan mangkrak.”Paparnya Kepada Platmerah 26/02/2016

Lanjut Rahman,”Disamping tujuan tersebut diatas, KA cepat ini dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas dari Jakarta Bandung yang saat ini lebih banyak bergantung pada tol Cipularang yang memakan waktu tempuh rata rata 2-3 jam.Melalui kereta cepat ini  hanya 30 menit waktu tempuhnya lebih lama dibandingkan  jika saya degan kendaraan pribadi dari tempat tinggal saya di Ciputat ke Blok M, Kebayoran Baru.”Katanya

Lanjut Rahaman,”Proyek ini menurut keterangan Menteri BUMN Rini Soemarno adalah investasi murni Bissunes to Bussines atau melalui pembiayaan Public Private Partnership (PPP).
Terkait dengan Perpres No.107 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana KA cepat Jakarta-Bandung ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan untuk dievaluasi agar tidak menyalahi Undang Undang yaitu :
1).Undang Undang tata ruang pasal 70 yang dimasalahkan publik.
2).Apabila proyek ini murni investasi swasta Bussines to Bussines maka menurut saya tidak perlu ada Perpres atau Kepres,karena pengalaman saya dengan China biasanya mereka minta  jaminan tertulis pemerintah semacam perpres,dugaan saya hal terjadi karena ada kepentingan bisnis terselubung atau pejabat terkait yang menangani proyek ini memperoleh janji tertentu apabila diterbitkan Perpres/Kepres,untuk itu saran saya agar Presiden dapat mengevaluasi kembali hal ini dan mencermati agar tidak terjebak dengan akal bulus pejabat yang terlibat dalam proyek ini.

3).Apabila proyek ini investasi murni tidak ada dana APBN,maka dari sekarang pemerintah harus lebih waspada jangan sampe nantinya proyek ini disulap dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) ditalangi dulu oleh ke empat BUMN dan akan diganti melalui APBN 2016,perlu diingat bahwa pemerintah sdh punya modal dalam sarana dan tanah dan modal Rp.6,4 trilyun.

Pembiayaan Proyek dengan nilai USD 5,5 Milyar (76,4trilyun) melalui pinjaman 75 % dari China Devlopment Bank dan Industrial Comercial Bank of China dengan bunga 2 %/tahun dan jangka waktu pengembalian 40 tahun,dengan konsesi untuk PT.KCIC yaitu 50 tahun. bagi keuntungan 60 % untuk Indonesia dan 40% untuk China.

Rahman Sabon Nama mendukung agar proyek ini tetap berjalan dan harus sukses karena sangat bermanfaat  untuk rakyat dan bangsa, namun dia  mengingatkan pada pemerintah agar lebih berhati hati jangan sampe proyek ini berkedok investasi tetapi nyatanya terselubung, “Indonesia berhutang melalui pinjaman pada RRC.

Editor:Agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here