Ponpes Muqimus Sunnah Palembang Mewisuda Santriwati Perdana

0
21

Ratusan santri Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang dan juga wali murid, tampak khusyuk saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an, yang dibacakan oleh salah seorang santri terbaik Ponpes ini. Ayat demi ayat Al-Qur’an terdengar indah memenuhi Aula Masjid Baitullah Bukit Lama Palembang, tempat diselenggarakannya Khutbahtul Wada dan Wisuda Ponpes Muqimus Sunnah, Minggu (15/6/2015).

Dalam acara wisuda tersebut, sebanyak 22 santriwati kelas 6 (3 Aliyah) angkatan ke-1 di wisuda setelah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di Ponpes.

Manajer Ponpes Muqimus Sunnah Palembang, Izzah Zen Syukri SPd, MPd mengatakan, wisuda ini merupakan yang pertama dilaksanakan, setelah pondok pesantren berdiri enam tahun lalu.

“Alhamdulillah, 22 santriwati yang diwisuda hari ini sudah dinyatakan lulus dalam UN. Selain itu, mereka juga telah menyelesaikan semua kewajiban selama enam tahun mondok di sini, mulai dari hafalan Al-Quran, bersyi’ar, dan lain-lain,” jelasnya.

Izzah menambahkan, awal berdirinya pondok pesantren Muqimus Sunnah didasarkan keinginan dari orangtuanya yakni, KH M Zen Syukri yang ingin mewujudkan generasi ahli tauhid, ahli bahasa, ahli quran dan berakhlakul kharimah.

“Harapannya para santri yang sudah menyelesaikan pendidikan di Ponpes Muqimus Sunnah memiliki akhlakul kharimah dan skill yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,”jelasnya. (rahmaliyah)

Selain itu, para santri yang mondok di Ponpes juga dibekali dengan kemampuan tiga bahasa yakni, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Hal ini terlihat dari kefasihan santriwati yang memandu acara dengan menggunakan tiga bahasa tersebut.

Dalam acara Khutbahtul Wada dan Wisuda Ponpes Muqimus Sunnah, juga turut dihadiri oleh sejumlah alim ulama, perwakilan Pemkot Palembang, perwakilan Pemprov dan perwakilan dari Departemen Agama Palembang

Pondok Pesantren Muqimuss Sunnah beralamat di Jalan Depaten Lama, Kelurahan 27 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang dan ini memiliki 271 Santriwan dan Santriwati.

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here