Polsek Pulau Petak Tangkap Busran karena Mengaku Polisi dan Tipu Warga

0
6

Kuala Kapuas – Anggota Reskrim Polsek Pulau Petak, berhasil menggelandang seorang pria bernama Busran (29) Warga Jalan Tatah Pemangkih, kecamatan Tata Makmur Kota Banjarmasin (Kalsel) dengan kasus penipuan dan penggelapan di  Sei Tatas Kecamatan Pulau Petak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Borneonews, korban Jahratun Novianti mengatakan awalnya pelaku,melakukan penipuan atau penggelapan tabung gas Elpiji 3 kg sebanyak tujuh buah, di warung milik korban dengan mengatasnamakan anggota Polsek Selat Pulau Petak.

“Mesan gas elpiji 3 Kg sebanyak tujuh tabung, bilangnya yang mesan dari anggota Polsek Pulau Petak, jadi kami antar dan tidak tahunya tidak ada anggota Polsek yang memesan,” kata pemilik warung Jahratun Novianti, dikutif boneonews, Kamis (22/2/2018).

Merasa tertipu dan dirugikan oleh ulah pelaku, pemilik warung pun langsung mendatangi Polsek Pulau Petak untuk melaporkan kejadian tersebut.

Ditemui terpisah, Kapolsek Pulau Petak Ipda Catur Winarno,mengatakan,langsung memerintahkan Anggotanya, untuk melakukan penyelidikan terkait penipuan dan penggelapan tabung gas Elpiji yang di laporkan oleh korban.

“Kami awalnya mendapatkan laporan adanya kasus penggelapan dan penipuan yang mana korbannya Jahratun Novianti, pemilik warung. Sehingga anggota langsung turun ke ke lapangan untuk melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolsek Pulau Petak Ipda Catur Winarno di kantor Polsek Sei Tatas.

Setelah itu, pihaknya melakukan penyelidikan, anggota Reskrim Polsek Pulau Petak Pun berhasil menemukan persembunyian pelaku, yang akhirnya berhasil meringkus pelaku dan langsung digelandang ke Polsek Pulau Petak.

“Tidak berapa lama dari laporan korban dan Penyelidikan Anggota pelaku berhasil diamankan di kediamannya, dan pelaku langsung kami bahwa kekantor untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Dari tangan pelaku pihak Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti Satu Unit sepeda motor merk Honda Beat warna putih nopol DA 6105 SV dan uang Rp 50.000, pelaku pun dikenakan pasal 372 Kuhp jo 378 Kuhp tetang kasus penipuan dan penggelapan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here