POLRI Represif Terhadap Operasi Pasar Beras BULOG !

0
31

Beritaplatmerah.com – Yogyakarta, Senin (17/2-2016) Ketua Umum Asosiasi Pedagang Dan Tani Tanaman Pangan Dan Holtikultura Indonesia APT2PHI DR.Rahman Sabon Nama, menyayangkan Operasi Pasar yang dilakukan, Bulog terpakasa dihentikan karena Polri melakukan tindakan Represif, pedagang beras dan buruh pasar Induk Cipinang  ketika ketahuan mengganti karung beras 15 Kg yang dibeli dari Bulog.

Hal ini seharusnya tidak masalah karena dilakukan oleh  hampir semua pedagang penyalur Bulog  seharusnya Polri konsultasi dan berkordinasi dengan Bulog kenapa pedagang melakukan hal ini ,agar Bulog  memanggil pedagang tersebut  tindakan Polri ini kurang tepat pedagang dan buruh  jadi  takut dan resah membeli beras Bulog  untuk stabilisasi harga pasar.

Akibat kesalahan teknis kecil dari Kebijakan Bulog terkait karung beras 15 Kg sehingga pedagang harus mengganti karung beras,akhirnya Dirut Bulog menghentikan Operasi Pasar yang belum waktunya dihentikan,ini akan berdampak tingginya inflasi karena harga beras akan nengalami kenaikan,padahal Operasi Pasar Bulog bertujuan meraih stabilitas harga beras yang menjadi salah satu instrumen kebijakan yang penting, ini. Bahwa kenaikan harga beras sangat dipengaruhi oleh iklim kekeringan dan kebanjiran serta perbedaan harga antara musim panen dan paceklik ,maka diperlukan peran pemerintah dan Bulog untuk menstabilkannya.

(Rahman Sabon Nama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here