Polresta Sukabumi Kembali ‘Pajang’ Pelaku Tindak Kriminal di Area Publik

0
4

Sukabumi – Polres Sukabumi Kota kembali melakukan ekspose sejumlah kasus kriminal di Tugu Adipura. Selain ‘memajang’ berandalan motor polisi juga mengekspose sejumlah kasus kekerasan yang berhasil diungkap jajarannya dalam satu pekan ini.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengaku sengaja melakukan ekspose di area publik sebagai upaya menekan budaya kekerasan dalam menyelesaikan masalah yang akhir-akhir ini marak terjadi.

“Kita kembali ekspose peristiwa perusakan angkutan kota (angkot) yang dirusak tiga orang warga hanya karena kesalahpahaman. Kemudian ada beberapa kasus lainnya yang dipicu pertikaian atau adu mulut kemudian berujung kepada kekerasan,” kata Susatyo didampingi Kasatreskrim, AKP Budi Nuryanto kepada awak media, di Tugu Adipura, pusat Kota Sukabumi, Minggu (11/3/2018).

Susatyo mengimbau kepada warga masyarakat untuk melapor ke polisi dan tidak bertindak anarkis ketika terlibat permasalahan. Ajakan untuk melapor ke polisi juga disuarakan Susatyo untuk menghindari aksi penghakiman jalanan.

“Lapor ke polisi lebih baik, jangan sampai ketika kita menjadi korban malah menjadi tersangka karena kita pakai gaya keroyokan atau main hakim sendiri. Makanya dengan tegas kami imbau siapapun yang merasa menjadi korban permasalahan kriminal untuk membuat laporan polisi dan biarkan polisi yang bekerja,” bebernya.

Ekspose tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah warga dan pengguna jalan, mereka berharap dengan ketegasan petugas dalam menangani aksi kriminal bisa membuat para pelaku kejahatan tersebut kapok.

“Saya sudah dua kali melihat polisi menggelar kepada publik apa saja yang berhasil mereka ungkap, yang pertama dulu saat marak geng motor berbuat onar. Pelaku ditangkap dan di pajang, tentu hal ini bisa berdampak positif dan menciptakan iklim yang kondusif di Kota Sukabumi,” kata Annisa, warga Cibereum.

Polres Sukabumi Kota sudah empat kali melakukan ekspose di area terbuka. Ekspose tersebut berhasil menekan setiap informasi kriminal yang beredar di media sosial.

“Patroli Cyber kami bergerak setiap ada informasi kejadian kriminal yang di suarakan warganet. Contohnya kasus geng motor yang meresahkan, meski beberapa informasi tersebut hoax kita tetap lakukan penyelidikan. Ketika ada yang tertangkap kita ekspose di area publik seperti ini, dan itu memang efektif menekan angka kejahatan atau kriminal geng motor,” jelas Susatyo.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here