Polresta Depok Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

0
6

Depok – Aksi unjuk rasa Aliansi Partai yg kecewa dengan KPU Kota Depok berlangsung hari ini, kamis (11/10/2018) di kantor KPU setempat.

Aksi demo sempat rusuh menyebabkan petugas kepolisian melakukan langkah represif dengan menembakan gas air mata dan mengerahkan water canon untuk membubarkan masa demo tersebut. Dalam aksi ini diamankan seorang provokator dan melarikan seorang korban luka luka ke rumah sakit.

Baru selesai aksi pertama muncul kembali aksi dari puluhan pemuda pengendara motor roda dua dengan mengacung-acungkan senjata tajam mendatangi Kantor KPU Depok. Aksi radikal dari kelompok tersebut, Polres Depok menerjunkan Tim Jaguard langsung berhadapan dengan kelompok tersebut. Negosiasi gagal tim Jaguar melemparkan gas air mata dan melepaskan tembakan peluru karet ke kelompok radikal tersebut menyebabkan beberapa dari mereka terkapar di jalan.

Tak beberapa lama kemudian Ambulance polisi dikerahkan untuk membawa korban luka luka ke rumah sakit Kramat Jati, Jakarta timur.

Itulah simulasi pengamanan KPU yang digelar Polres Depok yang sempat memmbuat kemacetan panjang di jalan Citayam Raya menuju Margonda dan sebaliknya. Sebagian pengguna jalan juga sempat mengira Polres Depok tengah menggelar razia sehingga sebagian mereka memilih menghindari jalan tersebut.

Kapolres Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan simulasi digelar sebagai kesiapan jajarannya di dalam pengamanan Pemilu. Dikatakannya, sehingga proses pengamanan tahapan pemilu Kota Depok ini dapat terlaksana aman, tertib, dan damai.

“Kami menghimbau kepada seluruh pihak dan masyarakat agar dapat melaksanakan aktifitasnya secara aman dan kondisif sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan demokrasi dapat berjalan dengan baik,” ungkap Kombes Didik Sugiarto.

Disebutkannya, dalam simulasi pihaknya melibatkan 400 anggota didukung Kodim Depok Pemda dan instansi terkait lainnya.

Diakui Kapolres, ada beberapa daerah yang rawan gesekan masyarakat.

“KPU merupakan instansi gangguan darurat yang harus diamankan dan pihaknya sendiri sudah ada pengalanan dengan aksi demo ketika pelaksananan pemilihan gubemnur,” ujarnya.

Ditambahkannya, simulasi ini natinya akan diselaraskan dengan istansi lainnya .

“Latihan ini digelar untuk persiapan jika menghadapi situasi terjelek, jika itu terjadi pihaknya sudah siap,” tandasnya.

Sementara itu ketua KPU Depok Nana Sobarna mengatakan, pelatihan pengamanan dari aksi demo ini merupakan dari kepedulian Polri di dalam pengamanan pemilu tahun 2019 yang akan datang.

Dikatakannya, saat ini KPU tengah melaksanakan tahapan kampanye dan kegiatan penyempurnaan data pemilih, dan persiapan pengadaan logistik.

“Semoga pelaksanaan kampanye dan lainnya di kota depok dapat berjalan seauai dengan apa yang diharapkan,” ungkapnya.

Sedangkan Bawaslu kota Depok yang hadir, Ulik, menginstruksikan kepada bawaslu di tingkat kecamatan untuk membuat posko pengaduan mencatat data pelanggaran dan adanya pemilih ganda.(Wismo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here