Polisi Tetapkan Flight Officer Airfast Jadi Tersangka Kasus flight approval palsu

0
26

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terus menelusuri kasus dugaan flight approval palsu yang dilaporkan oleh Kementerian Perhubungan. Penyidik telah menetapkan Mahendra Tanjung Loka Dewa, flight operation officer PT Airfast jadi tersangka.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka (terlapor). Tapi saya minta (kepada penyidik) dalami lagi apakah peran dari perusahaan penerbangan itu,” kata Dirtipidum Brigjen Agus Andrianto di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).

Agus mengatakan, Mahendra diduga melanggar pasal tentang pemalsuan dokumen. “(Dikenakan) Pasal 263 dan 266 (KUHP),” sambungnya.

Kemenhub melaporkan kasus itu pada Selasa (2/2/2016) lalu. Dalam surat Tanda Bukti Lapor yang diterima detikcom dan berkop Bareskrim Mabes Polri, pelapor kasus bernama Ir Maryati Karma MM sebagai PNS Kemenhub. Maryati Karma diketahui menjabat sebagai Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Ada pun terlapor adalah Mahendra Tanjung Loka Dewa, flight operation officer PT Airfast yang kini jadi tersangka.

 

(detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here